alexametrics
27.7 C
Jayapura
Tuesday, 17 May 2022

Mantan Bupati yang Hidungnya Digigit Mafia Tambang hingga Putus Pernah Sebut…

RADARPAPUA.ID – Nama Sehan Salim Landjar kembali viral. Kali ini terkait insiden dengan oknum mafia tambang berinisial AK alias Ali Kenter. Mantan Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) itu dianiaya AK dengan menggigit hidung Sehan hingga putus.

Rekam jejak Sehan ternyata termasuk tokoh kritis yang kerap bersuara hingga menyinggung level menteri. Seperti kala Sehan memarahi mantan Menteri Sosial, Peter Juliari Batubara yang kini jadi penguhi lapas karena terbukti korupsi oleh KPK.

Baca Juga: Mantan Bupati Boltim Sehan Landjar  Dianiaya Mafia Tambang di Hadapan Kapolres Kotamobagu

Kemarahan pertama Sehan terhadap Batubara terkait larangan para penerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) untuk kembali mendapatkan bantuan dari daerah tempat mereka tinggal.

Sehan menanggap kebijakan itu tidak rasional, mengingat penerima PKH adalah orang miskin yang benar-benar terdampak COVID-19, sehingga membutuhkan bantuan lebih, termasuk mendapatkan bantuan tambahan dari pemerintah daerah.

Menurut Sehan, dana PKH yang hanya berkisar Rp 200 ribu per bulan, sudah pasti tidak cukup untuk masyarakat bertahan hidup selama sebulan.

“Bagaimana bisa uang Rp 200 ribu atau Rp 300 ribu, bisa bertahan selama sebulan. Mau beli apa mereka dengan uang tersebut. Mau beli beras, satu karung itu makannya untuk satu bulan? Tidak cukup. Belum lagi, kita menyuruh mereka berdiam diri di rumah. Ini kebijakan yang benar-benar tidak paham kondisi masyarakat,” kata Landjar media 2020 silam.

Baca Juga :  Bunuh Sejoli, Kolonel P Dikurung di Tahanan Militer Tercanggih

Landjar juga mengaku sakit hati, karena larangan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat terhalang dengan aturan, sehingga masyarakat penerima PKH tak bisa mendapatkan bantuan di saat yang lain sudah mulai bisa menikmati bantuan dari pemerintah daerah.

“Sakit hati saya, ketika warga datang dan minta beras. Saya sudah siap dengan bantuan beras dan pangan lain, tapi tak bisa dibagikan karena dilarang oleh kementerian dengan alasan mereka akan menerima bantuan langsung tunai. Mereka datang bilang, tidak usah terima BLT, kasihkan beras satu liter saja untuk makan,” kata Landjar.

Kedua, Sehan marah kepada Batubara terkait rumitnya penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang mengharuskan para penerima membuka rekening bank sebelum mendapatkan bantuan.

Saat itu, Landjar bahkan berani menyebut Menteri Sosial Peter Juliari Batubara sebagai menteri yang goblok dan ngeyel karena aturan yang dinilai mempersulit masyarakat yang tengah dialami kesusahan akibat pandemi corona.

“Ini benar-benar aneh. Bagaimana bisa ribuan masyarakat miskin ini disuruh membuat rekening. Bukankah itu akan membuat orang berkerumun. Belum lagi, apakah mereka punya uang membuka rekening? Dan apakah bank punya kemampuan mengadakan buku rekening dalam jumlah yang sangat banyak di waktu yang dekat. Ini benar-benar hal yang sangat saya sesalkan,” kata Landjar saat itu. (can)

RADARPAPUA.ID – Nama Sehan Salim Landjar kembali viral. Kali ini terkait insiden dengan oknum mafia tambang berinisial AK alias Ali Kenter. Mantan Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) itu dianiaya AK dengan menggigit hidung Sehan hingga putus.

Rekam jejak Sehan ternyata termasuk tokoh kritis yang kerap bersuara hingga menyinggung level menteri. Seperti kala Sehan memarahi mantan Menteri Sosial, Peter Juliari Batubara yang kini jadi penguhi lapas karena terbukti korupsi oleh KPK.

Baca Juga: Mantan Bupati Boltim Sehan Landjar  Dianiaya Mafia Tambang di Hadapan Kapolres Kotamobagu

Kemarahan pertama Sehan terhadap Batubara terkait larangan para penerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) untuk kembali mendapatkan bantuan dari daerah tempat mereka tinggal.

Sehan menanggap kebijakan itu tidak rasional, mengingat penerima PKH adalah orang miskin yang benar-benar terdampak COVID-19, sehingga membutuhkan bantuan lebih, termasuk mendapatkan bantuan tambahan dari pemerintah daerah.

Menurut Sehan, dana PKH yang hanya berkisar Rp 200 ribu per bulan, sudah pasti tidak cukup untuk masyarakat bertahan hidup selama sebulan.

“Bagaimana bisa uang Rp 200 ribu atau Rp 300 ribu, bisa bertahan selama sebulan. Mau beli apa mereka dengan uang tersebut. Mau beli beras, satu karung itu makannya untuk satu bulan? Tidak cukup. Belum lagi, kita menyuruh mereka berdiam diri di rumah. Ini kebijakan yang benar-benar tidak paham kondisi masyarakat,” kata Landjar media 2020 silam.

Baca Juga :  Formula E Anies Masih Diusut KPK, Usai Bertemu Bamsoet, Kapolda Metro Jaya...

Landjar juga mengaku sakit hati, karena larangan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat terhalang dengan aturan, sehingga masyarakat penerima PKH tak bisa mendapatkan bantuan di saat yang lain sudah mulai bisa menikmati bantuan dari pemerintah daerah.

“Sakit hati saya, ketika warga datang dan minta beras. Saya sudah siap dengan bantuan beras dan pangan lain, tapi tak bisa dibagikan karena dilarang oleh kementerian dengan alasan mereka akan menerima bantuan langsung tunai. Mereka datang bilang, tidak usah terima BLT, kasihkan beras satu liter saja untuk makan,” kata Landjar.

Kedua, Sehan marah kepada Batubara terkait rumitnya penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang mengharuskan para penerima membuka rekening bank sebelum mendapatkan bantuan.

Saat itu, Landjar bahkan berani menyebut Menteri Sosial Peter Juliari Batubara sebagai menteri yang goblok dan ngeyel karena aturan yang dinilai mempersulit masyarakat yang tengah dialami kesusahan akibat pandemi corona.

“Ini benar-benar aneh. Bagaimana bisa ribuan masyarakat miskin ini disuruh membuat rekening. Bukankah itu akan membuat orang berkerumun. Belum lagi, apakah mereka punya uang membuka rekening? Dan apakah bank punya kemampuan mengadakan buku rekening dalam jumlah yang sangat banyak di waktu yang dekat. Ini benar-benar hal yang sangat saya sesalkan,” kata Landjar saat itu. (can)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/