Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Mentan Andi Amran Sulaiman Tegaskan Produksi CPO 2026 Stabil untuk Jaga Pasokan Minyak Goreng dan Program Biodiesel

Prisilia Rumengan • Selasa, 3 Maret 2026 | 10:17 WIB

(credit: pertanian.go.id)
(credit: pertanian.go.id)

RADARPAPUA - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memastikan produksi dan stok Crude Palm Oil atau CPO nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan minyak goreng yang secara historis meningkat antara 10 hingga 15 persen selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional.

Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menegaskan bahwa kesiapan sektor hulu menjadi kunci utama menjaga stabilitas pasar.

Memasuki kuartal pertama 2026, stok dan kapasitas produksi telah dihitung secara cermat agar mampu memenuhi kebutuhan domestik tanpa mengganggu alokasi untuk sektor energi.

“Koordinasi lintas kementerian terus kami perkuat, termasuk bersama Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan, untuk memastikan tidak ada hambatan distribusi dari pabrik hingga tahap pengemasan,” ujar Roni dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan secara menyeluruh mulai dari kapasitas tangki timbun, distribusi bahan baku, hingga pergerakan Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun ke Pabrik Kelapa Sawit.

Sistem digital berbasis pemetaan spasial turut dioptimalkan untuk memantau alur distribusi di sentra produksi utama seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa stabilitas pasokan minyak goreng menjadi prioritas pemerintah.

Menurutnya, kecukupan produksi CPO nasional saat ini berada dalam posisi terkendali dan mampu mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat.

“Kami memastikan produksi CPO nasional cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk menghadapi peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan. Di sisi lain, komitmen terhadap program biodiesel tetap berjalan secara terukur dan terkendali,” tegas Amran.

Ia menambahkan, keseimbangan antara kebutuhan pangan dan energi menjadi fokus kebijakan pemerintah. Program mandatori biodiesel B40/B50 tetap dijalankan tanpa mengurangi kuota bahan baku minyak goreng, baik untuk kebutuhan curah maupun kemasan seperti Minyakita.

Untuk memperkuat fondasi jangka panjang, Kementan juga mendorong percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR.

Upaya ini dinilai penting dalam meningkatkan produktivitas kebun rakyat sehingga hasil panen per hektare dapat terus naik dan mengimbangi pertumbuhan kebutuhan industri serta konsumsi domestik.

Menurut Amran, kunci stabilitas pasokan terletak pada peningkatan produktivitas. Dengan pendampingan teknis dan peremajaan kebun, sektor sawit diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Dengan langkah antisipatif tersebut, pemerintah optimistis pasokan minyak goreng selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H tetap terjaga, harga stabil, serta distribusi berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#mentan amran #kementerian pertanian #Andi Amran Sulaiman #Sawit #CPO