RADARPAPUA - Pemerintah Prancis memberikan apresiasi atas kemajuan yang dicapai Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, saat bertemu dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Penone menyampaikan ucapan selamat atas berbagai capaian Indonesia dalam meningkatkan produksi pangan serta upaya pemerintah dalam mendorong program swasembada pangan.
Ia menilai langkah-langkah yang diambil pemerintah Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
“Pertama-tama kami ingin menyampaikan selamat atas capaian yang diraih Indonesia dalam swasembada pangan. Ini merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan,” ujar Penone dalam pertemuan tersebut.
Menurut Penone, berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusan dalam membangun sektor pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ia juga secara khusus mengapresiasi komitmen Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai bekerja keras mendorong peningkatan produksi serta efisiensi di sektor pertanian.
“Saya tahu Menteri Amran telah bekerja sangat keras untuk mencapai hasil tersebut. Dari sisi Prancis, kami siap berbagi pengalaman dan keahlian untuk terus meningkatkan efisiensi serta produktivitas pertanian Indonesia,” tambahnya.
Selain menyampaikan apresiasi, pertemuan tersebut juga membahas penguatan kerja sama pertanian antara Indonesia dan Prancis sebagai tindak lanjut dari kesepakatan Declaration of Intent (DoI) yang telah ditandatangani kedua negara pada tahun sebelumnya.
Penone menjelaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama dalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis. Melalui implementasi DoI tersebut, kedua negara berupaya mendorong berbagai bentuk kerja sama konkret yang dapat mendukung modernisasi sektor pertanian di Indonesia.
Beberapa bidang kerja sama yang dibahas antara lain penguatan kolaborasi riset dan ilmiah di bidang pertanian, pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta kerja sama dalam sektor peternakan dan industri pendukungnya.
“Kami ingin meningkatkan efisiensi dan modernisasi pertanian Indonesia. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, dan melalui kemitraan ini kami ingin mengembangkan kerja sama yang lebih luas,” jelas Penone.
Selain kerja sama teknologi dan riset, kedua negara juga membuka peluang penguatan perdagangan di sektor pertanian.
Hal ini termasuk potensi ekspor berbagai komoditas pangan Indonesia ke pasar internasional, menyesuaikan dengan kebutuhan dan tren pasar global.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kerja sama internasional memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi sektor pertanian nasional.
Menurutnya, kolaborasi dengan negara sahabat dapat membantu Indonesia mempercepat modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan daya saing sektor pangan.
“Kerja sama internasional sangat penting untuk mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.
Ia menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai negara, termasuk Prancis, diharapkan dapat membuka peluang lebih luas dalam pengembangan teknologi pertanian, peningkatan investasi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Dengan dukungan kemitraan internasional tersebut, pemerintah optimistis sektor pertanian Indonesia akan semakin kuat dan mampu menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan