alexametrics
25.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Pertamina Bantah Kelangkaan Mitan di Papua dan Maluku

MANOKWARI — Unit Manager Communication, Ralation dan CSR Regional Papua Maluku, Edi Mangun membantah adanya kelangkaan minyak tanah (Mitan) di Ambon dan Papua.

Pasalnya, stok di terminal BBM di Maluku atau Papua masih aman dalam 15 hari ke depan. Terlebih dalam minggu ini akan ada kapal pengangkut BBM yang akan bersandar di terminal Ambon dan Papua.

Sementara dalam penyaluran minyak tanah di agen atau pangkalan, kuota masih sesuai seperti awal dan tidak mengurangi jatah yang diberikan.

“Menjadi pertanyaan adalah walaupun stok aman dan kami lakukan distribusi normal ke agen dan pangkalan di awal tahun selalu muncul berita kelangkaan?” kata Edi, Jumat (8/1/2021).

Baca Juga :  Bangun Tangki LPG, Pertamina Penuhi Kebutuhan LPG Maluku-Papua

Amanah UU Migas bahwa untuk pengawasan di luar jangkauan Pertamina melibatkan seluruh elemen dari Dinas Perindagkop dan aparat penegak hukum untuk dapat mengawasi mobilisasi pergerakan mobil minyak tanah.

“Peristiwa kelangkaan minyak tanah sering terjadi masuk tahun baru. Kami minta aparat keamanan dan Disperindagkop dapat mengungkap apakah ada atau tidak modus operandi dengan kelangkaan minyak tanah ini,” tandas Edi.(xlo)

MANOKWARI — Unit Manager Communication, Ralation dan CSR Regional Papua Maluku, Edi Mangun membantah adanya kelangkaan minyak tanah (Mitan) di Ambon dan Papua.

Pasalnya, stok di terminal BBM di Maluku atau Papua masih aman dalam 15 hari ke depan. Terlebih dalam minggu ini akan ada kapal pengangkut BBM yang akan bersandar di terminal Ambon dan Papua.

Sementara dalam penyaluran minyak tanah di agen atau pangkalan, kuota masih sesuai seperti awal dan tidak mengurangi jatah yang diberikan.

“Menjadi pertanyaan adalah walaupun stok aman dan kami lakukan distribusi normal ke agen dan pangkalan di awal tahun selalu muncul berita kelangkaan?” kata Edi, Jumat (8/1/2021).

Baca Juga :  Pertamina Gandeng Cinta Laura Wujudkan Impian Wirausaha Perempuan

Amanah UU Migas bahwa untuk pengawasan di luar jangkauan Pertamina melibatkan seluruh elemen dari Dinas Perindagkop dan aparat penegak hukum untuk dapat mengawasi mobilisasi pergerakan mobil minyak tanah.

“Peristiwa kelangkaan minyak tanah sering terjadi masuk tahun baru. Kami minta aparat keamanan dan Disperindagkop dapat mengungkap apakah ada atau tidak modus operandi dengan kelangkaan minyak tanah ini,” tandas Edi.(xlo)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/