alexametrics
25.7 C
Jayapura
Monday, 4 July 2022

Kasus Binary Option, Ferrari California Indra Kenz dari Medan, Hari Ini Tiba

RADARPAPUA.ID–Bareskrim Polri telah melakukan penyitaan mobil mewah  Ferrari California milik tersangka kasus investasi bodong berkedok binary option melalui aplikasi Binomo, Indra Kenz. Mobil sport grand touring (GT) itu dijadwalkan sudah tiba di Jakarta dari Medan, Sumateran Utara, pada hari ini, Sabtu (21/5).

“Sampai perkiraan hari Sabtu,” kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kombes Candra Sukma Kumara.

Candra mengatakan, Ferrari milik Indra ditaksir berharga Rp 4-5 miliar. Ferrari tersebut berwarna merah dengan garis warna hitam, dan sempat muncul dalam sejumlah video Indra Kenz di YouTube.

Mobil dengan mesin V8 4.300 cc itu diduga kuat dibeli oleh Indra dari uang hasil penipuan Binomo. “Rencana tindak lanjut, penyidik akan melakukan pemeriksaan saksi dan penyitaan barang bukti satu unit mobil Ferrari yang masih berada di Medan, Sumatera Utara,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko.

Diketahui, Bareskrim Polri telah menetapkan Doni Salmanan dan Indra Kenz sebagai tersangka dugaan penipuan berkedok investasi bodong lewat trading binary option. Untuk Doni Salmanan dia diduga melakukan penipuan investasi lewat di platform Quotex. Sementara Indra Kenz menggunakan Binomo.

Pihak kepolisian menyebut Doni Salmanan dan Indra Kenz terancam hukuman kurungan penjara maksimal 20 tahun. Indra Kenz dan Doni Salmanan disangka Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP, dan/atau Pasal 3, Pasal 5, dan pasal 10 UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Bareskrim Polri telah melakukan penyitaan mobil mewah  Ferrari California milik tersangka kasus investasi bodong berkedok binary option melalui aplikasi Binomo, Indra Kenz. Mobil sport grand touring (GT) itu dijadwalkan sudah tiba di Jakarta dari Medan, Sumateran Utara, pada hari ini, Sabtu (21/5).

“Sampai perkiraan hari Sabtu,” kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kombes Candra Sukma Kumara.

Candra mengatakan, Ferrari milik Indra ditaksir berharga Rp 4-5 miliar. Ferrari tersebut berwarna merah dengan garis warna hitam, dan sempat muncul dalam sejumlah video Indra Kenz di YouTube.

Mobil dengan mesin V8 4.300 cc itu diduga kuat dibeli oleh Indra dari uang hasil penipuan Binomo. “Rencana tindak lanjut, penyidik akan melakukan pemeriksaan saksi dan penyitaan barang bukti satu unit mobil Ferrari yang masih berada di Medan, Sumatera Utara,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko.

Diketahui, Bareskrim Polri telah menetapkan Doni Salmanan dan Indra Kenz sebagai tersangka dugaan penipuan berkedok investasi bodong lewat trading binary option. Untuk Doni Salmanan dia diduga melakukan penipuan investasi lewat di platform Quotex. Sementara Indra Kenz menggunakan Binomo.

Pihak kepolisian menyebut Doni Salmanan dan Indra Kenz terancam hukuman kurungan penjara maksimal 20 tahun. Indra Kenz dan Doni Salmanan disangka Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP, dan/atau Pasal 3, Pasal 5, dan pasal 10 UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/