alexametrics
25.7 C
Jayapura
Monday, 8 August 2022

Kasus Memanas! Bantah Absen Mediasi, Nikita Mirzani: Nggak Ada Surat Panggilan Masuk Secara Resmi

RADARPAPUA.ID- Polemik yang terjadi antara Nikita Mirzani dan Dito Mahendra memanas. Upaya mediasi yang difasilitasi Polres Metro Serang Kota pada Jumat (24/6), disebut gagal oleh pihak Dito Mahendra. Sebab, Nikita tidak hadir memenuhi undangan dari pihak kepolisian.

Ditemui di Mabes Polri kemarin (27/6), Nikita membantah tudingan tersebut. Dia mengaku tidak pernah mendapat surat undangan perdamaian yang dimaksud. “Nggak ada surat panggilan yang masuk secara resmi, telepon, atau WhatsApp. Mereka (Polres Metro Serang Kota, Red) pegang nomor Niki kan,” ucapnya.

Karena itu, Nikita mengaku bingung dengan pernyataan dari rivalnya yang menyebarkan isu tersebut. Apalagi, pihak kepolisian dan Dito mengetahui bahwa dirinya sedang berada di luar kota pada saat itu. “Mereka tahu aku ada di Bali dari hari Kamis,” timpalnya.

Ibu tiga anak itu tak menampik bahwa dirinya memang mendapat undangan dari tim penyidik. Namun, surat tersebut berisi undangan pemeriksaan, bukan mediasi. “Suratnya buat tambahan BAP, dimintai keterangannya sebagai saksi,” tuturnya.

Nikita mempertanyakan prosedur yang dijalankan pihak kepolisian. Pasalnya apa yang diterima dan pernyataan pihak Dito berbeda. “Jadi bingung mereka mau apa. Ini kasus sebenarnya benar ada apa nggak sih?” ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Nikita menjalani pemeriksaan perdana atas laporannya terhadap dugaan tindak kriminalitas Polres Serang Kota. Selama hampir lima jam diperiksa, aktris kelahiran Jakarta 36 tahun silam tersebut disodori sebanyak 40 pertanyaan.

Dia juga menyerahkan bukti-bukti rekaman video CCTV waktu rumahnya dikepung Polres Metro Serang Kota pada 15 Juni lalu. “Cukup lama karena memang karena semua harus dijelaskan mendetail, satu per satu. Tapi saya nggak bisa sampaikan isinya apa saja,” ujar Nikita.

Nikita dilaporkan Dito terkait dugaan UU ITE pada 16 Mei. Dia mengaku mangkir dari panggilan penyidik lantaran merasa ada yang janggal dengan kasus ini. Terlebih semenjak rumahnya dikepung polisi sejak pukul 03.00 selama sekitar 9 jam guna menjemput paksa dirinya.

Menurut Nikita, hal itu tidak sesuai prosedur dan tidak etis dilakukan oleh kepolisian. Mengingat dirinya masih berstatus sebagai saksi. Atas dasar itu, Nikita melaporkan perbuatan Polres Metro Serang Kota terhadapnya ke Propam. (shf/ayi/jawapos)

RADARPAPUA.ID- Polemik yang terjadi antara Nikita Mirzani dan Dito Mahendra memanas. Upaya mediasi yang difasilitasi Polres Metro Serang Kota pada Jumat (24/6), disebut gagal oleh pihak Dito Mahendra. Sebab, Nikita tidak hadir memenuhi undangan dari pihak kepolisian.

Ditemui di Mabes Polri kemarin (27/6), Nikita membantah tudingan tersebut. Dia mengaku tidak pernah mendapat surat undangan perdamaian yang dimaksud. “Nggak ada surat panggilan yang masuk secara resmi, telepon, atau WhatsApp. Mereka (Polres Metro Serang Kota, Red) pegang nomor Niki kan,” ucapnya.

Karena itu, Nikita mengaku bingung dengan pernyataan dari rivalnya yang menyebarkan isu tersebut. Apalagi, pihak kepolisian dan Dito mengetahui bahwa dirinya sedang berada di luar kota pada saat itu. “Mereka tahu aku ada di Bali dari hari Kamis,” timpalnya.

Ibu tiga anak itu tak menampik bahwa dirinya memang mendapat undangan dari tim penyidik. Namun, surat tersebut berisi undangan pemeriksaan, bukan mediasi. “Suratnya buat tambahan BAP, dimintai keterangannya sebagai saksi,” tuturnya.

Nikita mempertanyakan prosedur yang dijalankan pihak kepolisian. Pasalnya apa yang diterima dan pernyataan pihak Dito berbeda. “Jadi bingung mereka mau apa. Ini kasus sebenarnya benar ada apa nggak sih?” ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Nikita menjalani pemeriksaan perdana atas laporannya terhadap dugaan tindak kriminalitas Polres Serang Kota. Selama hampir lima jam diperiksa, aktris kelahiran Jakarta 36 tahun silam tersebut disodori sebanyak 40 pertanyaan.

Dia juga menyerahkan bukti-bukti rekaman video CCTV waktu rumahnya dikepung Polres Metro Serang Kota pada 15 Juni lalu. “Cukup lama karena memang karena semua harus dijelaskan mendetail, satu per satu. Tapi saya nggak bisa sampaikan isinya apa saja,” ujar Nikita.

Nikita dilaporkan Dito terkait dugaan UU ITE pada 16 Mei. Dia mengaku mangkir dari panggilan penyidik lantaran merasa ada yang janggal dengan kasus ini. Terlebih semenjak rumahnya dikepung polisi sejak pukul 03.00 selama sekitar 9 jam guna menjemput paksa dirinya.

Menurut Nikita, hal itu tidak sesuai prosedur dan tidak etis dilakukan oleh kepolisian. Mengingat dirinya masih berstatus sebagai saksi. Atas dasar itu, Nikita melaporkan perbuatan Polres Metro Serang Kota terhadapnya ke Propam. (shf/ayi/jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/