Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Ini Cerita Gal Gadot Soal Peran Barunya Jadi Cleopatra

Tanya Rompas • Selasa, 4 Juli 2023 | 20:40 WIB

Gal Gadot
Gal Gadot
RADARPAPUA– Gal Gadot lekat dengan image perempuan yang cantik dan kuat. Setelah kepopulerannya sebagai Wonder Woman di film DC Studios, Gadot akan membintangi karakter baru yang tak kalah ikonik. Yakni, Cleopatra dalam film biopik arahan Karl Skogland.

Gadot mengaku bangga dengan peran tersebut. Terlebih, dia dibesarkan dengan banyak cerita di kampung halamannya, Israel, yang berbatasan dengan Mesir yang jadi tempat lahir dan meninggal Cleopatra. Ibu tiga anak itu menyebut Cleopatra sebagai sosok yang amat populer.

’’Tahukah Anda, Wonder Woman adalah pemimpin perempuan kuat imajiner, sedangkan Cleopatra sebenarnya adalah sosok asli,’’ kata Gadot saat menjadi sampul majalah Vogue Hong Kong edisi terbaru. Gadot mengaku tertarik dengan kisah ratu Mesir kuno tersebut setelah membaca banyak buku tentangnya.

Bintang film Red Notice (2021) itu merasa Cleopatra kerap digambarkan sebagai perempuan penggoda yang berselingkuh dengan Julius Caesar dan Marc Antony. Padahal, menurut dia, ada lebih banyak hal yang bisa diungkapkan tentang Cleopatra. ’’Perempuan ini sangat mendahului waktunya. Mesir dan apa Mesir dulu, masih futuristis seperti sekarang ini,’’ terangnya.

Gadot yang juga menjadi co-writer film tersebut enggan mengungkap lebih banyak tentang plot filmnya. Namun, dia mengaku bersemangat untuk menceritakan kisah Cleopatra dari sudut pandang yang lebih luas dan memberi keadilan bagi karakter itu serta merayakan warisannya. ’’Kami punya naskah yang indah, dan aku tidak sabar untuk membagikan cerita ini kepada dunia dan mengubah narasi Cleopatra hanya sebagai penggoda,’’ tuturnya.

Saat diumumkan pada Desember 2020, proyek film itu sempat menuai kontroversi. Yakni, terkait pemilihan Gadot sebagai Cleopatra yang dinilai terlalu whitewashing bagi karakter historis yang memiliki keturunan campuran. Kontroversi itu mirip seperti ketika Elizabeth Taylor memerankan Cleopatra di film Cleopatra (1963).

Gadot menjawab kontroversi itu dengan berkata bahwa mereka telah mencari aktris Makedonia, sesuai dengan ras asli Cleopatra. Namun, tidak ada yang cocok. Sedangkan Gadot sangat bersemangat untuk peran itu. Dia juga mengaku memiliki beragam jenis teman dari seluruh dunia.

’’Manusia adalah manusia, dan bersamaku, aku ingin merayakan warisan Cleopatra dan menghormati ikon sejarah yang sangat kukagumi ini. Siapa pun dapat membuat film ini dan siapa pun bisa melanjutkan dan melakukannya. Aku sangat bersemangat bahwa aku akan melakukannya juga,’’ tandasnya, dilansir dari BBC Arabic. (adn/c18/ayi/JP)

Editor : Tanya Rompas
#cleopatra #gal gadot