alexametrics
31.7 C
Jayapura
Wednesday, 10 August 2022

Ini Penampakan Tersangka Pelaku Sodomi yang Mengaku Pengasuh Pondok Pesantren

RADARPAPUA.ID – Tampang tersangka kasus sodomi di Kota Bitung benisial SM (63) diketahui awak media saat konfrensi pers Polres Bitung. Tersangka berambut uban itu mengenakan rompi oranye bertuliskan tahanan.

Diketahui tersangka merupakan penanggung jawab salah satu pondok pesantren dan panti asuhan di Kota Bitung.

Namun ternyata status pondok pesantren yang dikelola tersangka diragukan menurut Kantor Kementerian Agama Bitung.

Selebaran tersangka yang berisi ajakan mendidik anak pun beredar via WhatsApp. Pasalnya dalam selebaran itu berlabel pondok pesantren. Tersangka juga tertulis sebagai pengasuh pondok pesantren tersebut dengan label ustadz.

Selebaran tersangka yang berisi ajakan mendidik anak beredar di grup whatsapp. Pasalnya dalam selebaran itu berlabel pondok pesantren. Tersangka juga tertulis sebagai pengasuh pondok pesantren tersebut.

Dalam konferensi pers di Mapolres Bitung, Jumat (3/6), terungkap jika perlakuan cabul sesama jenis oleh tersangka terhadap anak di bawah umur terjadi pertama kali sejak 31 Desember 2019. Oknum terlapor kemudian berulang kali melakukannya sampai 29 Mei 2022.

Dari kronologis kejadian, pertama kali oknum SM sampai berhasil melakukan sodomi, korban dipanggil oleh terlapor ke dalam kamar untuk memijat. Setelah memijat korban mengatakan untuk bermain keluar namun terlapor langsung menurunkan celana korban dan melakukan sodomi.

Kapolres Bitung AKBP Alam Kusuma S Irawan menjelaskan pengungkapan dugaan tindak pidana perbuatan cabul tersangka lelaki SM, sebagaimana dimaksud dalam pasal 76e jo pasal 82 ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 1 Tahun 2016 perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukuman 15 tahun penjara denda Rp5 miliar,” jelas Kapolres.

Modusnya, tersangka meminta korban untuk memijitnya dan mempertontonkan situs-situs porno. Dia mengatakan, Polres Bitung akan melakukan penyidikan lebih lanjut. Untuk korban menurut Kapolres sementara baru satu sehingga akan dilidik lagi apabila ada korban lainnya.

RADARPAPUA.ID – Tampang tersangka kasus sodomi di Kota Bitung benisial SM (63) diketahui awak media saat konfrensi pers Polres Bitung. Tersangka berambut uban itu mengenakan rompi oranye bertuliskan tahanan.

Diketahui tersangka merupakan penanggung jawab salah satu pondok pesantren dan panti asuhan di Kota Bitung.

Namun ternyata status pondok pesantren yang dikelola tersangka diragukan menurut Kantor Kementerian Agama Bitung.

Selebaran tersangka yang berisi ajakan mendidik anak pun beredar via WhatsApp. Pasalnya dalam selebaran itu berlabel pondok pesantren. Tersangka juga tertulis sebagai pengasuh pondok pesantren tersebut dengan label ustadz.

Selebaran tersangka yang berisi ajakan mendidik anak beredar di grup whatsapp. Pasalnya dalam selebaran itu berlabel pondok pesantren. Tersangka juga tertulis sebagai pengasuh pondok pesantren tersebut.

Dalam konferensi pers di Mapolres Bitung, Jumat (3/6), terungkap jika perlakuan cabul sesama jenis oleh tersangka terhadap anak di bawah umur terjadi pertama kali sejak 31 Desember 2019. Oknum terlapor kemudian berulang kali melakukannya sampai 29 Mei 2022.

Dari kronologis kejadian, pertama kali oknum SM sampai berhasil melakukan sodomi, korban dipanggil oleh terlapor ke dalam kamar untuk memijat. Setelah memijat korban mengatakan untuk bermain keluar namun terlapor langsung menurunkan celana korban dan melakukan sodomi.

Kapolres Bitung AKBP Alam Kusuma S Irawan menjelaskan pengungkapan dugaan tindak pidana perbuatan cabul tersangka lelaki SM, sebagaimana dimaksud dalam pasal 76e jo pasal 82 ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU Nomor 1 Tahun 2016 perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukuman 15 tahun penjara denda Rp5 miliar,” jelas Kapolres.

Modusnya, tersangka meminta korban untuk memijitnya dan mempertontonkan situs-situs porno. Dia mengatakan, Polres Bitung akan melakukan penyidikan lebih lanjut. Untuk korban menurut Kapolres sementara baru satu sehingga akan dilidik lagi apabila ada korban lainnya.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/