alexametrics
25.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

15 Anggota Polres Sorong Kota Kena Sanksi

MANOKWARI — Kasus meninggalnya tersangka pencurian dan kekerasan (curas) disertai pemerkosaan berinisial GKR alias Riko (21), di ruang tahanan Polres Sorong Kota, 27 Agustus 2020 lalu, mulai ada titik terang. Pasalnya, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing melalui Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi, membeberkan hasil investigasi tim yang dipimpin langsung Dirkrimum Polda Papua Barat serta Bidpropam Polda Papua Barat, Rabu (7/10/2020).

Dirinya menyebutkan, pelaku penganiayaan terhadap korban Riko ‘yang belakangan diketahui salah satu kerabat Edo Kondologit’, yakni tersangka kasus begal berinisial HA.

“Pelaku sudah mengakui perbuatannya. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 35 orang sudah diperiksa dan dimintai keterangan. Pemeriksaan tersebut dilakukan selama seminggu,” ungkap dia.

Lanjut dikatakannya, kejadian tersebut, tim mendapati tiga permasalahan.

“Yang pertama, dari hasil pemeriksaan tersangka HA sudah mengakui perbuatannya dan telah diperiksa beberapa saksi dan barang bukti serta CCTV terdapat penyesuaian. Kemudian berkas sudah lengkap atau tahap I, dan langsung dilimpahkan ke kejaksaan. Namun, oleh jaksa di P19 karena, ada petunjuk untuk dilengkapi dari hasil pusat laboratorium forensik (puslabfor) Makasar, tentang hasil rekaman cctv di ruangan sel Polres Sorong Kota. Selanjutnya jaksa juga meminta di masukan pasal 338 KUHP, dari pasal awal pasal 351 ayat 3 KUHP,” jelas Erwindi.
Ditambahkannya, Rabu (9/9/2020), pihaknya sudah melaksanakan sidang disiplin terhadap beberapa personil Satuan Tahti Polres Sorong Kota. “Lima personil Sat Tahti Polres Sorong Kota sudah ditindak dan sidang disiplin oleh Bidpropam Polda Papua Barat. Mereka dikenakan pelanggaran disiplin karena tidak melaksanakan tugas sesuai prosedur, dengan hukuman penempatan khusus di Rutan Polda Papua Barat, menunda pendidikan, juga teguran tertulis,” tegas dia.

Baca Juga :  GEGER! Dea OnlyFans Ditangkap Polisi, Ada Video Berhubungan Intim

Menurutnya, selain lima petugas Satuan Tahti Polres Sorong Kota, 10 personil Satreskrim Polres Sorong Kota juga mendapatkan sidang disiplin.

“Sebanyak 10 personil Satreskrim Polres Sorong Kota juga tidak luput dari sidang disiplin. Mereka juga terkait dalam tanggung jawab dan prosedur melaksanakan tugas. Itu dikarenakan, GKR saat meninggal masih dalam penanganan dan tanggung jawab Tim Satreskrim Polres Sorong Kota. Untuk itu mereka juga mendapat sanksi tegas berupa penempatan khusus di Rutan Polda Papua Barat, tunda pendidikan dan teguran tertulis,” pungkas Erwindi. (jzy)

MANOKWARI — Kasus meninggalnya tersangka pencurian dan kekerasan (curas) disertai pemerkosaan berinisial GKR alias Riko (21), di ruang tahanan Polres Sorong Kota, 27 Agustus 2020 lalu, mulai ada titik terang. Pasalnya, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing melalui Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi, membeberkan hasil investigasi tim yang dipimpin langsung Dirkrimum Polda Papua Barat serta Bidpropam Polda Papua Barat, Rabu (7/10/2020).

Dirinya menyebutkan, pelaku penganiayaan terhadap korban Riko ‘yang belakangan diketahui salah satu kerabat Edo Kondologit’, yakni tersangka kasus begal berinisial HA.

“Pelaku sudah mengakui perbuatannya. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 35 orang sudah diperiksa dan dimintai keterangan. Pemeriksaan tersebut dilakukan selama seminggu,” ungkap dia.

Lanjut dikatakannya, kejadian tersebut, tim mendapati tiga permasalahan.

“Yang pertama, dari hasil pemeriksaan tersangka HA sudah mengakui perbuatannya dan telah diperiksa beberapa saksi dan barang bukti serta CCTV terdapat penyesuaian. Kemudian berkas sudah lengkap atau tahap I, dan langsung dilimpahkan ke kejaksaan. Namun, oleh jaksa di P19 karena, ada petunjuk untuk dilengkapi dari hasil pusat laboratorium forensik (puslabfor) Makasar, tentang hasil rekaman cctv di ruangan sel Polres Sorong Kota. Selanjutnya jaksa juga meminta di masukan pasal 338 KUHP, dari pasal awal pasal 351 ayat 3 KUHP,” jelas Erwindi.
Ditambahkannya, Rabu (9/9/2020), pihaknya sudah melaksanakan sidang disiplin terhadap beberapa personil Satuan Tahti Polres Sorong Kota. “Lima personil Sat Tahti Polres Sorong Kota sudah ditindak dan sidang disiplin oleh Bidpropam Polda Papua Barat. Mereka dikenakan pelanggaran disiplin karena tidak melaksanakan tugas sesuai prosedur, dengan hukuman penempatan khusus di Rutan Polda Papua Barat, menunda pendidikan, juga teguran tertulis,” tegas dia.

Baca Juga :  EDAN! Guru Ini Berbuat Asusila di Toilet Mushala dengan Istri Orang, Kasus...

Menurutnya, selain lima petugas Satuan Tahti Polres Sorong Kota, 10 personil Satreskrim Polres Sorong Kota juga mendapatkan sidang disiplin.

“Sebanyak 10 personil Satreskrim Polres Sorong Kota juga tidak luput dari sidang disiplin. Mereka juga terkait dalam tanggung jawab dan prosedur melaksanakan tugas. Itu dikarenakan, GKR saat meninggal masih dalam penanganan dan tanggung jawab Tim Satreskrim Polres Sorong Kota. Untuk itu mereka juga mendapat sanksi tegas berupa penempatan khusus di Rutan Polda Papua Barat, tunda pendidikan dan teguran tertulis,” pungkas Erwindi. (jzy)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/