alexametrics
33.7 C
Jayapura
Tuesday, 16 August 2022

HEBOH! Siswi SMP Ini Dikeroyok Kakak Kelas, Polisi: Hanya karena Merasa tak…

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengungkap, pengeroyokan dan penganiayaan itu bermula lantaran tiga pelaku tak terima dengan korban.

Disebutkan, bahwa para pelaku tak terima karena merasa tak dihormati oleh korban yang merupakan adik kelasnya.

“Korban sebagai junior tidak memberikan respect atau penghormatan kepada para pelaku,” kata Irwan, Rabu (25/5/2022).

Karena itu emosi dan tak terima, para pelaku mengajak korban ke Aloon-aloon Masjid Agung Semarang sepulang sekolah.

Di lokasi itu pula, korban kemudian dikeroyok dan dianiaya oleh para pelaku.

“Tiga pelaku kelas delapan SMP, sedangkan korban masih kelas tujuh,” ungkap Irwan.

Tiga pelaku itu berinisial ST, DT, dan NA. Ketiganya saat ini juga telah diamankan kepolisian dengan didampingi psikolog.

Lantaran para pelaku yang masih di bawah umur, pihaknya cukup berhati-hati menangani kasus ini.

Pihaknya juga mengutamakan penanganan untuk kepentingan anak, baik kepada pelaku maupun korban.

“Ada kemungkinan mengarah restoratif justice,” tandasnya. (pojoksatu)

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengungkap, pengeroyokan dan penganiayaan itu bermula lantaran tiga pelaku tak terima dengan korban.

Disebutkan, bahwa para pelaku tak terima karena merasa tak dihormati oleh korban yang merupakan adik kelasnya.

“Korban sebagai junior tidak memberikan respect atau penghormatan kepada para pelaku,” kata Irwan, Rabu (25/5/2022).

Karena itu emosi dan tak terima, para pelaku mengajak korban ke Aloon-aloon Masjid Agung Semarang sepulang sekolah.

Di lokasi itu pula, korban kemudian dikeroyok dan dianiaya oleh para pelaku.

“Tiga pelaku kelas delapan SMP, sedangkan korban masih kelas tujuh,” ungkap Irwan.

Tiga pelaku itu berinisial ST, DT, dan NA. Ketiganya saat ini juga telah diamankan kepolisian dengan didampingi psikolog.

Lantaran para pelaku yang masih di bawah umur, pihaknya cukup berhati-hati menangani kasus ini.

Pihaknya juga mengutamakan penanganan untuk kepentingan anak, baik kepada pelaku maupun korban.

“Ada kemungkinan mengarah restoratif justice,” tandasnya. (pojoksatu)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/