alexametrics
31.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

Usai Telponan dengan Menlu Ukraina, Tiongkok Nyatakan Siap Jadi Juru Damai

RADARPAPUA.ID–Tiongkok mengisyaratkan kesediaannya untuk berperan sebagai penengah atau fasilitator dalam gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina. Tiongkok siap memainkan peran dalam upaya perdamaian kedua negara.

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan pihaknya sangat prihatin dengak situasi perang yang terjadi. Tiongkok sangat menyesalkan terjadinya konflik tersebut.

“Ini membuat kerugian bagi warga sipil. Kami menyesalkan pecahnya konflik. Kami menghormati integritas teritorial semua negara,” katanya.

Komentar itu muncul setelah Wang Yi berbicara dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba lewat sambungan telepon. Menurutnya, Ukraina bersedia memperkuat komunikasi dengan Tiongkok.

“Ukraina berharap Tiongkok memainkan peran dalam mewujudkan gencatan senjata,” tambah pernyataan Wang Yi.

 

Beberapa analis percaya bahwa Tiongkok sedang mencoba untuk memposisikan dirinya sebagai pembawa perdamaian regional, memanfaatkan hubungan dekat dengan Kremlin untuk mengakhiri konflik di Ukraina.

Baca Juga :  Shell akan Berhenti Membeli Minyak Mentah Rusia

Beijing sekali lagi meminta kedua negara untuk menemukan solusi melalui negosiasi internasional, tetapi mempertahankan kritiknya terhadap NATO. “Keamanan regional tidak dapat dicapai dengan memperluas blok militer,” kata Wang Yi.

Menurut sebuah pernyataan Ukraina, Kubela meminta Wang Yi untuk menggunakan tingkat hubungan antara Beijing dan Moskow, dan memaksa Rusia menghentikan agresi bersenjatanya terhadap rakyat Ukraina. Pernyataan itu membuat Wang Yi telah meyakinkan Kubela untuk diplomasi damai.

“Menyatakan kesiapan kami untuk melakukan segala upaya untuk mengakhiri perang di tanah Ukraina melalui diplomasi, termasuk sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB,” pungkas Wang Yi.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Tiongkok mengisyaratkan kesediaannya untuk berperan sebagai penengah atau fasilitator dalam gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina. Tiongkok siap memainkan peran dalam upaya perdamaian kedua negara.

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan pihaknya sangat prihatin dengak situasi perang yang terjadi. Tiongkok sangat menyesalkan terjadinya konflik tersebut.

“Ini membuat kerugian bagi warga sipil. Kami menyesalkan pecahnya konflik. Kami menghormati integritas teritorial semua negara,” katanya.

Komentar itu muncul setelah Wang Yi berbicara dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba lewat sambungan telepon. Menurutnya, Ukraina bersedia memperkuat komunikasi dengan Tiongkok.

“Ukraina berharap Tiongkok memainkan peran dalam mewujudkan gencatan senjata,” tambah pernyataan Wang Yi.

 

Beberapa analis percaya bahwa Tiongkok sedang mencoba untuk memposisikan dirinya sebagai pembawa perdamaian regional, memanfaatkan hubungan dekat dengan Kremlin untuk mengakhiri konflik di Ukraina.

Baca Juga :  KECELAKAAN MAUT! Bus Tabrakan, 10 Orang Tewas Termasuk Sopir, 14 Turis Cedera

Beijing sekali lagi meminta kedua negara untuk menemukan solusi melalui negosiasi internasional, tetapi mempertahankan kritiknya terhadap NATO. “Keamanan regional tidak dapat dicapai dengan memperluas blok militer,” kata Wang Yi.

Menurut sebuah pernyataan Ukraina, Kubela meminta Wang Yi untuk menggunakan tingkat hubungan antara Beijing dan Moskow, dan memaksa Rusia menghentikan agresi bersenjatanya terhadap rakyat Ukraina. Pernyataan itu membuat Wang Yi telah meyakinkan Kubela untuk diplomasi damai.

“Menyatakan kesiapan kami untuk melakukan segala upaya untuk mengakhiri perang di tanah Ukraina melalui diplomasi, termasuk sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB,” pungkas Wang Yi.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/