alexametrics
31.7 C
Jayapura
Wednesday, 18 May 2022

Rayan Dikebumikan, Warga: Kematiannya Memperbarui Kepercayaan pada Kemanusiaan

RADARPAPUA.ID – Rayan Oram akhirnya bisa beristirahat dengan tenang. Jasadnya dikebumikan di pemakaman yang terletak di Ighrane, Chefchaouen, Maroko Senin (7/2) waktu setempat.

Jaraknya beberapa kilometer dari sumur tempatnya terjatuh. Ratusan orang datang ke wilayah terpencil tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir.

’’Rayan selamanya terukir di hati kami. Rasanya seperti dia menyoroti situasi di wilayah kami,’’ ujar Mounir Mourid, salah satu penduduk Ighrane seperti dikutip Agence France-Presse.

Dia menjelaskan bahwa selama ini Ighrane dan sekitarnya seperti terlupakan. Penduduk tidak pernah melihat ada media atau politikus yang datang. Ketika tragedi Rayan terjebak di sumur terjadi, kota kecil itu langsung menjadi sorotan dunia.

Di kota tersebut, pemakaman bocah 5 tahun tersebut menjadi satu-satunya yang didatangi oleh begitu banyak orang. Begitu banyaknya hingga tempat yang tersedia tidak mencukupi. Dua tenda besar berdiri di depan rumah Rayan untuk menyambut para tamu yang ingin mengucapkan bela sungkawa langsung pada pihak keluarga.

Baca Juga :  KECELAKAAN MAUT! Bus Tabrakan, 10 Orang Tewas Termasuk Sopir, 14 Turis Cedera

’’Kematian Rayan telah memperbarui kepercayaan pada kemanusiaan karena orang-orang dari berbagai negara dan bahasa yang berbeda telah mengekspresikan solidaritas,’’ ujar salah satu penduduk.

Deretan tokoh yang mengucapkan bela sungkawa antara lain Raja Maroko Mohammed VI, Paus Fransiskus, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Emir Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum dan lain-lain. Para pemain Mesir dan Senegal juga menggelar doa sejenak untuk Rayan sesaat sebelum pertandingan final turnamen sepakbola Africa Cup of Nations Minggu (6/2).

Rayan jatuh ke sumur yang tengah diperbaiki ayahnya pada Selasa (1/2). Sumur itu hanya memiliki lebar 45 sentimeter di permukaan dan kian sempit ke bawah. Proses evakuasi dilakukan dengan mengeruk tanah di sebelahnya dan membutuhkan waktu hingga 5 hari. Proses penyelamatan ini mendapatkan sorotan dunia. Saat berhasil dievakuasi, Rayan sudah tidak bernyawa. (Jawa Pos)

RADARPAPUA.ID – Rayan Oram akhirnya bisa beristirahat dengan tenang. Jasadnya dikebumikan di pemakaman yang terletak di Ighrane, Chefchaouen, Maroko Senin (7/2) waktu setempat.

Jaraknya beberapa kilometer dari sumur tempatnya terjatuh. Ratusan orang datang ke wilayah terpencil tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir.

’’Rayan selamanya terukir di hati kami. Rasanya seperti dia menyoroti situasi di wilayah kami,’’ ujar Mounir Mourid, salah satu penduduk Ighrane seperti dikutip Agence France-Presse.

Dia menjelaskan bahwa selama ini Ighrane dan sekitarnya seperti terlupakan. Penduduk tidak pernah melihat ada media atau politikus yang datang. Ketika tragedi Rayan terjebak di sumur terjadi, kota kecil itu langsung menjadi sorotan dunia.

Di kota tersebut, pemakaman bocah 5 tahun tersebut menjadi satu-satunya yang didatangi oleh begitu banyak orang. Begitu banyaknya hingga tempat yang tersedia tidak mencukupi. Dua tenda besar berdiri di depan rumah Rayan untuk menyambut para tamu yang ingin mengucapkan bela sungkawa langsung pada pihak keluarga.

Baca Juga :  Hari Ini Pemilihan Presiden Filipina, Duel Putra Diktator Melawan Pengacara HAM

’’Kematian Rayan telah memperbarui kepercayaan pada kemanusiaan karena orang-orang dari berbagai negara dan bahasa yang berbeda telah mengekspresikan solidaritas,’’ ujar salah satu penduduk.

Deretan tokoh yang mengucapkan bela sungkawa antara lain Raja Maroko Mohammed VI, Paus Fransiskus, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Emir Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum dan lain-lain. Para pemain Mesir dan Senegal juga menggelar doa sejenak untuk Rayan sesaat sebelum pertandingan final turnamen sepakbola Africa Cup of Nations Minggu (6/2).

Rayan jatuh ke sumur yang tengah diperbaiki ayahnya pada Selasa (1/2). Sumur itu hanya memiliki lebar 45 sentimeter di permukaan dan kian sempit ke bawah. Proses evakuasi dilakukan dengan mengeruk tanah di sebelahnya dan membutuhkan waktu hingga 5 hari. Proses penyelamatan ini mendapatkan sorotan dunia. Saat berhasil dievakuasi, Rayan sudah tidak bernyawa. (Jawa Pos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/