alexametrics
29.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

Malaysia Dalam Proses Menerapkan VTL Darat dengan Brunei,Thailand dan Indonesia

RADARPAPUA.ID – Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yaakob menyatakan tengah dalam proses untuk menerapkan jalur perjalanan tervaksinasi (VTL) darat dengan Brunei, Thailand, dan Indonesia.

Malaysia sudah lebih dulu bekerja sama dengan Singapura terkait VTL. Sekitar 200 ribu penduduk bepergian Singapura–Johor setiap harinya menggunakan VTL darat.

Di pihak lain, Singapura justru berencana mengambil langkah lebih maju. Mereka berencana menghapuskan VTL yang diperkenalkan sejak September 2021 dan mulai membuka lebih lebar perbatasan.

”Daripada memiliki VTL dengan negara tertentu yang kami rasa berisiko kecil, kami seharusnya mengizinkan perjalanan bebas karantina untuk pelancong yang sudah divaksin penuh dari semua negara,” ujar Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung seperti dikutip Executive Traveler.

Baca Juga :  UMNO Desak Bubarkan Parlemen dan Percepat Pemilu Malaysia

Dengan membuka kembali pintu mereka untuk semua negara, Singapura berharap bisa merebut kembali posisinya sebagai pusat bisnis dan penerbangan global.

Rencananya, tes saat kedatangan juga dilonggarkan. Ong menegaskan bahwa fokus nantinya bukan pada tes dan karantina. Tapi memastikan pelancong yang tiba sudah divaksin ataupun mendapatkan booster.

Sejak 22 Februari lalu turis yang datang melalui sistem VTL udara tidak perlu lagi PCR dan karantina. Setiba di Bandara Changi, mereka hanya perlu swab mandiri di fasilitas yang sudah ditentukan dalam waktu 24 jam setelah tiba di Singapura. (Jawa Pos)

RADARPAPUA.ID – Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yaakob menyatakan tengah dalam proses untuk menerapkan jalur perjalanan tervaksinasi (VTL) darat dengan Brunei, Thailand, dan Indonesia.

Malaysia sudah lebih dulu bekerja sama dengan Singapura terkait VTL. Sekitar 200 ribu penduduk bepergian Singapura–Johor setiap harinya menggunakan VTL darat.

Di pihak lain, Singapura justru berencana mengambil langkah lebih maju. Mereka berencana menghapuskan VTL yang diperkenalkan sejak September 2021 dan mulai membuka lebih lebar perbatasan.

”Daripada memiliki VTL dengan negara tertentu yang kami rasa berisiko kecil, kami seharusnya mengizinkan perjalanan bebas karantina untuk pelancong yang sudah divaksin penuh dari semua negara,” ujar Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung seperti dikutip Executive Traveler.

Baca Juga :  Kirim 90 Bus ke Mariupol, Ukraina Berharap Bisa Evakuasi 6.000 Warga

Dengan membuka kembali pintu mereka untuk semua negara, Singapura berharap bisa merebut kembali posisinya sebagai pusat bisnis dan penerbangan global.

Rencananya, tes saat kedatangan juga dilonggarkan. Ong menegaskan bahwa fokus nantinya bukan pada tes dan karantina. Tapi memastikan pelancong yang tiba sudah divaksin ataupun mendapatkan booster.

Sejak 22 Februari lalu turis yang datang melalui sistem VTL udara tidak perlu lagi PCR dan karantina. Setiba di Bandara Changi, mereka hanya perlu swab mandiri di fasilitas yang sudah ditentukan dalam waktu 24 jam setelah tiba di Singapura. (Jawa Pos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/