alexametrics
29.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

HEROIK BANGET! Kisah Hassan Al-Khalaf, Bocah 11 Tahun Asal Ukraina Mengungsi…

RADARPAPUA.ID–Hassan Al-Khalaf, 11, berpegang erat pada harapannya sendiri ketika dia melintasi Ukraina tanpa ditemani satu pun kerabatnya. Dia tiba dengan selamat di Slovakia setelah bergabung dengan rombongan pengungsi yang menyelamatkan diri dari invasi Rusia di Ukraina.

Hassan yang tiba di Slovakia pada awal Maret menarik perhatian media setelah kepolisian setempat mengunggah kisahnya di Facebook dan menyebutnya sebagai seorang pahlawan.

Dia menempuh perjalanan panjang dengan kereta dan berjalan kaki dari Zaporizhzhie di tenggara Ukraina. “Saya punya harapan dari ibu yang ingin saya pergi,” kata Hassan saat diwawancarai sebelum tampil sebagai tamu dalam demonstrasi pro-Ukraina di ibu kota Slovakia, Bratislava, pada Jumat (11/3), seperti dilansir Reuters.

“Asa itu menuntun saya selama perjalanan,” kata Hassan lewat penerjemah.

Hassan sudah tak punya ayah. Sementara ibunya tak bisa meninggalkan sang nenek di rumah, sehingga Hassan diminta berangkat sendiri. Dia menempuh jarak lebih dari 1.000 km ke Slovakia, tempat kakak laki-lakinya sedang menjalani pendidikan.

Baca Juga :  NGERI! Ukraina Bunuh 6.000 Tentara Musuh, Undang Ibu-ibu Rusia Jemput Jenazah..

Hassan tiba di Slovakia tanpa membawa apa-apa selain tas plastik, paspor, dan nomor telepon yang ditulis di tangannya.

“(Cerita) ini membuat kami meneteskan air mata. Dia jadi pahlawan terbesar tadi malam,” demikian Kepolisian Slovakia menulis pada 5 Maret setelah Hassan terlihat di perbatasan.

Hassan adalah satu di antara lebih dari 2,5 juta pengungsi yang meninggalkan Ukraina menuju Uni Eropa. Sebagian besar dari mereka pergi ke Polandia, sebagian lainnya ke Slovakia, Hungaria, dan Rumania.

Sedikitnya 176.000 orang telah melintasi perbatasan Slovakia dalam eksodus besar-besaran yang disebut PBB sebagai krisis pengungsi paling parah di Eropa sejak Perang Dunia II.

“Saya ingin berterima kasih kepada para relawan, karena mereka membantu orang-orang yang tidak mereka kenal,” kata Hassan, yang berharap dapat bertemu ibunya lagi. “Saya percaya bahwa akan ada akhir yang bahagia,” pungkasnya.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Hassan Al-Khalaf, 11, berpegang erat pada harapannya sendiri ketika dia melintasi Ukraina tanpa ditemani satu pun kerabatnya. Dia tiba dengan selamat di Slovakia setelah bergabung dengan rombongan pengungsi yang menyelamatkan diri dari invasi Rusia di Ukraina.

Hassan yang tiba di Slovakia pada awal Maret menarik perhatian media setelah kepolisian setempat mengunggah kisahnya di Facebook dan menyebutnya sebagai seorang pahlawan.

Dia menempuh perjalanan panjang dengan kereta dan berjalan kaki dari Zaporizhzhie di tenggara Ukraina. “Saya punya harapan dari ibu yang ingin saya pergi,” kata Hassan saat diwawancarai sebelum tampil sebagai tamu dalam demonstrasi pro-Ukraina di ibu kota Slovakia, Bratislava, pada Jumat (11/3), seperti dilansir Reuters.

“Asa itu menuntun saya selama perjalanan,” kata Hassan lewat penerjemah.

Hassan sudah tak punya ayah. Sementara ibunya tak bisa meninggalkan sang nenek di rumah, sehingga Hassan diminta berangkat sendiri. Dia menempuh jarak lebih dari 1.000 km ke Slovakia, tempat kakak laki-lakinya sedang menjalani pendidikan.

Baca Juga :  Pasukan Rusia Masih Belum Menguasai Penuh Kota Mariupol di Ukraina

Hassan tiba di Slovakia tanpa membawa apa-apa selain tas plastik, paspor, dan nomor telepon yang ditulis di tangannya.

“(Cerita) ini membuat kami meneteskan air mata. Dia jadi pahlawan terbesar tadi malam,” demikian Kepolisian Slovakia menulis pada 5 Maret setelah Hassan terlihat di perbatasan.

Hassan adalah satu di antara lebih dari 2,5 juta pengungsi yang meninggalkan Ukraina menuju Uni Eropa. Sebagian besar dari mereka pergi ke Polandia, sebagian lainnya ke Slovakia, Hungaria, dan Rumania.

Sedikitnya 176.000 orang telah melintasi perbatasan Slovakia dalam eksodus besar-besaran yang disebut PBB sebagai krisis pengungsi paling parah di Eropa sejak Perang Dunia II.

“Saya ingin berterima kasih kepada para relawan, karena mereka membantu orang-orang yang tidak mereka kenal,” kata Hassan, yang berharap dapat bertemu ibunya lagi. “Saya percaya bahwa akan ada akhir yang bahagia,” pungkasnya.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/