alexametrics
29.7 C
Jayapura
Thursday, 19 May 2022

Kanada: Indonesia Dalam Posisi Sulit, Persoalan Invasi Rusia ke Ukraina Bajak..

RADARPAPUA.ID–Kanada menginginkan Indonesia memiliki solusi konstruktif dalam pelaksanaan G20 di Bali di tengah ancaman boikot dari Amerika Serikat. AS tak menginginkan kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin di acara itu.

AS menolak Putin hadir imbas invasi ke Ukraina. Kanada juga menginginkan hal yang sama, namun juga mengerti posisi Indonesia tidaklah mudah.

Menteri luar negeri Kanada Mélanie Joly mengatakan pihaknya tak akan hadir di acara pada November mendatang. Hal itu merupakan komitmennya selama perang di Ukraina akibat invasi Rusia belum berakhir. Terlebih, Putin direncanakan hadir di G20 yang digelar di Bali.

Meski begitu, Mélanie Joly mengatakan Kanada berkomitmen untuk membantu Indonesia menyelamatkan KTT dimana Indonesia giliran menjadi presidensi G20. “Indonesia berada dalam posisi sulit, karena jelas, persoalan invasi Rusia ke Ukraina membajak agenda mereka di G20. Jadi, kami ingin memastikan bahwa kami menemukan solusi konstruktif untuk Indonesia,” kata Joly.

Joly berbicara setelah bertemu Presiden Indonesia Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Senin (11/4) pagi. Joly juga mengatakan langkah-langkah baru adalah memberlakukan pembatasan pada 33 entitas di sektor pertahanan Rusia.

Baca Juga :  Ledakan Besar Terdengar di Ibukota Ukraina

Joly mengatakan dia tidak akan berbagi meja dengan mitranya dari Rusia, Sergey Lavrov. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau baru-baru ini mengatakan hal yang sama terkait interaksi dengan Putin.

Presiden AS Joe Biden mengatakan Rusia harus dikeluarkan dari aliansi 20 negara, tetapi jika Indonesia atau negara lain tidak setuju, maka Ukraina harus diizinkan untuk berpartisipasi dalam KTT tersebut. G20 adalah versi yang lebih besar dari G7. G20 adalah forum multilateral utama dunia untuk menangani ekonomi global.

Trudeau mengatakan bahwa Putin tidak pantas hadir di G20 karena invasinya ke Ukraina merusak ekonomi global. Sementara, Joly tidak merinci kompromi seperti apa yang dapat ditemukan untuk membuat langkah Indonesia lebih mudah sebagai presidensi G20 tahun ini.

“Tujuan saya adalah untuk memastikan bahwa saya tidak duduk di meja yang sama dengan Lavrov, atau perdana menteri (dengan Putin),” katanya.

Menyusul serangan Rusia yang dimulai 24 Februari, Kanada telah menjatuhkan sanksi pada lebih dari 700 individu dan entitas dari Rusia dan Belarusia. “Tujuan kami adalah mengumumkan sanksi setiap minggu dan berkoordinasi dengan sekutu,” tutupnya.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Kanada menginginkan Indonesia memiliki solusi konstruktif dalam pelaksanaan G20 di Bali di tengah ancaman boikot dari Amerika Serikat. AS tak menginginkan kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin di acara itu.

AS menolak Putin hadir imbas invasi ke Ukraina. Kanada juga menginginkan hal yang sama, namun juga mengerti posisi Indonesia tidaklah mudah.

Menteri luar negeri Kanada Mélanie Joly mengatakan pihaknya tak akan hadir di acara pada November mendatang. Hal itu merupakan komitmennya selama perang di Ukraina akibat invasi Rusia belum berakhir. Terlebih, Putin direncanakan hadir di G20 yang digelar di Bali.

Meski begitu, Mélanie Joly mengatakan Kanada berkomitmen untuk membantu Indonesia menyelamatkan KTT dimana Indonesia giliran menjadi presidensi G20. “Indonesia berada dalam posisi sulit, karena jelas, persoalan invasi Rusia ke Ukraina membajak agenda mereka di G20. Jadi, kami ingin memastikan bahwa kami menemukan solusi konstruktif untuk Indonesia,” kata Joly.

Joly berbicara setelah bertemu Presiden Indonesia Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Senin (11/4) pagi. Joly juga mengatakan langkah-langkah baru adalah memberlakukan pembatasan pada 33 entitas di sektor pertahanan Rusia.

Baca Juga :  Soal Ketegangan Saat Ini, Rusia Sebut Karena Provokatif AS dan Sekutu

Joly mengatakan dia tidak akan berbagi meja dengan mitranya dari Rusia, Sergey Lavrov. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau baru-baru ini mengatakan hal yang sama terkait interaksi dengan Putin.

Presiden AS Joe Biden mengatakan Rusia harus dikeluarkan dari aliansi 20 negara, tetapi jika Indonesia atau negara lain tidak setuju, maka Ukraina harus diizinkan untuk berpartisipasi dalam KTT tersebut. G20 adalah versi yang lebih besar dari G7. G20 adalah forum multilateral utama dunia untuk menangani ekonomi global.

Trudeau mengatakan bahwa Putin tidak pantas hadir di G20 karena invasinya ke Ukraina merusak ekonomi global. Sementara, Joly tidak merinci kompromi seperti apa yang dapat ditemukan untuk membuat langkah Indonesia lebih mudah sebagai presidensi G20 tahun ini.

“Tujuan saya adalah untuk memastikan bahwa saya tidak duduk di meja yang sama dengan Lavrov, atau perdana menteri (dengan Putin),” katanya.

Menyusul serangan Rusia yang dimulai 24 Februari, Kanada telah menjatuhkan sanksi pada lebih dari 700 individu dan entitas dari Rusia dan Belarusia. “Tujuan kami adalah mengumumkan sanksi setiap minggu dan berkoordinasi dengan sekutu,” tutupnya.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/