alexametrics
32.7 C
Jayapura
Monday, 23 May 2022

WHO Marah, RS Ukraina Jadi Sasaran Serangan Rudal Rusia:Langgar Hukum Humaniter

RADARPAPUA.ID–Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengecam aksi Rusia yang menyerang fasilitas kesehatan di Ukraina. Sejumlah rumah sakit terkena serangan rudal bekas negara yang dulu dikenal Uni Soviet itu.

Menurut WHO, Rusia telah meluncurkan lebih dari 100 serangan di Ukraina terhadap institusi kesehatan dan kendaraan transportasi, termasuk ambulans. WHO telah memverifikasi 103 serangan infrastruktur kesehatan di Ukraina, IFL Science melaporkan. Menurut organisasi kesehatan, 89 institusi kesehatan dan 13 ambulans terkena dampak.

“Serangan itu melanggar hukum humaniter internasional,” menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Direktur Jenderal WHO dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus memohon kepada Federasi Rusia untuk menghentikan serangannya terhadap fasilitas medis dan mengakhiri konflik.

Perwakilan WHO di Ukraina mencatat bahwa tenaga medis telah mempertaruhkan nyawa mereka untuk memberikan layanan kesehatan vital selama epidemi. WHO meminta Rusia harus berhenti menyerang mereka dan rumah sakit.

Baca Juga :  AS Tetap Raup Keuntungan dari Perang Rusia dan Ukraina, Siapapun Pemenangnya

“Kami marah karena serangan terhadap perawatan kesehatan terus berlanjut. Serangan terhadap perawatan kesehatan adalah pelanggaran hukum humaniter internasional,” tegas dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dilansir dari Science Times, Selasa (12/4).

Serangan ini mengakibatkan kematian 35 orang dan luka-luka 53 lainnya. Ini termasuk 8 pekerja vaksin polio yang terbunuh di Afghanistan bulan lalu, pada hari yang sama ketika tentara Rusia menginvasi Ukraina untuk pertama kalinya. “Perdamaian adalah satu-satunya jalan ke depan,” kata Ghebreyesus.

Menurut WHO, tindakan Rusia sudah melanggar Konvensi Jenewa 1864, yang mengatur hukum humaniter internasional.

Undang-undang ini membuat tindakan verbal atau fisik apa pun yang mengancam atau menghalangi akses, ketersediaan, atau pemberian layanan kesehatan kritis menjadi ilegal.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengecam aksi Rusia yang menyerang fasilitas kesehatan di Ukraina. Sejumlah rumah sakit terkena serangan rudal bekas negara yang dulu dikenal Uni Soviet itu.

Menurut WHO, Rusia telah meluncurkan lebih dari 100 serangan di Ukraina terhadap institusi kesehatan dan kendaraan transportasi, termasuk ambulans. WHO telah memverifikasi 103 serangan infrastruktur kesehatan di Ukraina, IFL Science melaporkan. Menurut organisasi kesehatan, 89 institusi kesehatan dan 13 ambulans terkena dampak.

“Serangan itu melanggar hukum humaniter internasional,” menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Direktur Jenderal WHO dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus memohon kepada Federasi Rusia untuk menghentikan serangannya terhadap fasilitas medis dan mengakhiri konflik.

Perwakilan WHO di Ukraina mencatat bahwa tenaga medis telah mempertaruhkan nyawa mereka untuk memberikan layanan kesehatan vital selama epidemi. WHO meminta Rusia harus berhenti menyerang mereka dan rumah sakit.

Baca Juga :  AS Tetap Raup Keuntungan dari Perang Rusia dan Ukraina, Siapapun Pemenangnya

“Kami marah karena serangan terhadap perawatan kesehatan terus berlanjut. Serangan terhadap perawatan kesehatan adalah pelanggaran hukum humaniter internasional,” tegas dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dilansir dari Science Times, Selasa (12/4).

Serangan ini mengakibatkan kematian 35 orang dan luka-luka 53 lainnya. Ini termasuk 8 pekerja vaksin polio yang terbunuh di Afghanistan bulan lalu, pada hari yang sama ketika tentara Rusia menginvasi Ukraina untuk pertama kalinya. “Perdamaian adalah satu-satunya jalan ke depan,” kata Ghebreyesus.

Menurut WHO, tindakan Rusia sudah melanggar Konvensi Jenewa 1864, yang mengatur hukum humaniter internasional.

Undang-undang ini membuat tindakan verbal atau fisik apa pun yang mengancam atau menghalangi akses, ketersediaan, atau pemberian layanan kesehatan kritis menjadi ilegal.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/