alexametrics
24.7 C
Jayapura
Sunday, 22 May 2022

Bisa Picu Krisis Keamanan, Presiden Joe Biden Tidak Ingin Perang Pecah

RADARPAPUA.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tidak menginginkan perang pecah. Sebab itu bakal berdampak luar biasa bagi AS.

Perang akan memicu krisis keamanan yang parah sejak Perang Dingin. Martabat Biden juga bakal terpengaruh jika dia tidak bisa mencegah perang. Terlebih saat ini AS sedang di tahun pemilihan paro waktu.

Peluang kenaikan bahan bakar akibat perang juga bisa mempengaruhi pemilih dan persepsi tentang ekonomi. Para menteri keuangan angota G7 kemarin membuat pernyataan bersama.

Yaitu bahwa mereka siap untuk menjatuhkan sanksi ekonomi dan keuangan secara kolektif pada Rusia. Hal itu jika agresi militer terjadi. Ketika Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014 lalu, kelompok tersebut mengeluarkan Rusia dari keanggotaan.

Baca Juga :  Rusia Bombardir Rumah Sakit, AS, G-7, dan Negara-Negara Eropa Siapkan Sanksi

’’Setiap agresi militer lebih lanjut oleh Rusia terhadap Ukraina akan disambut dengan tanggapan (sanksi, Red) yang cepat, terkoordinasi dan kuat,’’ bunyi pernyataan bersama tersebut seperti dikutip CNN. (Jawa Pos)

RADARPAPUA.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tidak menginginkan perang pecah. Sebab itu bakal berdampak luar biasa bagi AS.

Perang akan memicu krisis keamanan yang parah sejak Perang Dingin. Martabat Biden juga bakal terpengaruh jika dia tidak bisa mencegah perang. Terlebih saat ini AS sedang di tahun pemilihan paro waktu.

Peluang kenaikan bahan bakar akibat perang juga bisa mempengaruhi pemilih dan persepsi tentang ekonomi. Para menteri keuangan angota G7 kemarin membuat pernyataan bersama.

Yaitu bahwa mereka siap untuk menjatuhkan sanksi ekonomi dan keuangan secara kolektif pada Rusia. Hal itu jika agresi militer terjadi. Ketika Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014 lalu, kelompok tersebut mengeluarkan Rusia dari keanggotaan.

Baca Juga :  Pasukan Rusia Tembak Mati 65 Lansia Ukraina

’’Setiap agresi militer lebih lanjut oleh Rusia terhadap Ukraina akan disambut dengan tanggapan (sanksi, Red) yang cepat, terkoordinasi dan kuat,’’ bunyi pernyataan bersama tersebut seperti dikutip CNN. (Jawa Pos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/