alexametrics
22.7 C
Jayapura
Tuesday, 28 June 2022

Serang Pembawa Jenazah Abu Akleh, Israel Dikecam

RADARPAPUA.ID– Israel kembali berulah. Belum usai penyelidikan terkait pembunuhan mantan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh yang diduga dilakukan oleh tentara Israel, muncul satu masalah lagi. Petugas kepolisian Israel menyerang iring-iringan pelayat dan pengusung jenazah Abu Akleh. Kecaman bertubi-tubi datang ke negara yahudi tersebut.

’’Polisi Israel yang menyerang pengusung jenazah tersebut mengingatkan pada kebrutalan yang terlihat di pemakaman para aktivis anti-apartheid,’’ bunyi pernyataan Yayasan mending Uskup Agung Afrika Selatan Desmond Tutu seperti dikutip Agence France-Presse.

Uni Eropa (UE) terkejut dengan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi Israel. Sedangkan Amerika Serikat hanya menyesalkan kejadian tersebut. Namun, Negeri Paman Sam tidak sampai mengecam sekutu mereka itu.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (13/5). Jenazah Abu Akleh saat itu dibawa keluar dari Rumah Sakit St Joseph menuju gereja di Kota Tua Jerusalem guna didoakan terakhir kalinya. Awalnya peti jenazah akan dinaikkan ambulans, tapi pelayat meminta agar ditandu saja. The Times of Israel menyatakan ada sekitar 10 ribu orang yang hadir.

Tiba-tiba saja polisi Israel menyerang dan merebut bendera Palestina yang menyelimuti peti jenazah. Mereka juga menyerang pengusung jenazah, sampai-sampai peti yang berisi Abu Akleh nyaris jatuh. Rekaman video serangan polisi Israel itu viral di berbagai media sosial. Usai peristiwa itu, Abu Akleh tetap dibawa untuk didoakan untuk selanjutnya diantar ke Pemakaman Gunung Sion.

Palang Merah Jerusalem menyatakan ada 33 orang luka akibat insiden tersebut dan 6 di antaranya harus dirawat di rumah sakit. Polisi Israel menangkap sekitar 300 orang di antara para pelayat. Sabtu (14/5) polisi Israel menyatakan akan menyelidiki kasus penyerangan tersebut. Namun mereka mengklaim bahwa para pelayat telah melanggar permintaan keluarga korban dan merebut peti jenazah.

Namun Antoun Abu Akleh, sang kakak lelaki menegaskan bahwa pernyataan polisi tidak benar. Tidak ada yang merebut peti mati adiknya. Sehari sebelum pemakaman, Antoun sempat dipanggil polisi. Dia menolak berbagai permintaan yang diminta aparat. (sha/bay/jawapos)

RADARPAPUA.ID– Israel kembali berulah. Belum usai penyelidikan terkait pembunuhan mantan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh yang diduga dilakukan oleh tentara Israel, muncul satu masalah lagi. Petugas kepolisian Israel menyerang iring-iringan pelayat dan pengusung jenazah Abu Akleh. Kecaman bertubi-tubi datang ke negara yahudi tersebut.

’’Polisi Israel yang menyerang pengusung jenazah tersebut mengingatkan pada kebrutalan yang terlihat di pemakaman para aktivis anti-apartheid,’’ bunyi pernyataan Yayasan mending Uskup Agung Afrika Selatan Desmond Tutu seperti dikutip Agence France-Presse.

Uni Eropa (UE) terkejut dengan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi Israel. Sedangkan Amerika Serikat hanya menyesalkan kejadian tersebut. Namun, Negeri Paman Sam tidak sampai mengecam sekutu mereka itu.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (13/5). Jenazah Abu Akleh saat itu dibawa keluar dari Rumah Sakit St Joseph menuju gereja di Kota Tua Jerusalem guna didoakan terakhir kalinya. Awalnya peti jenazah akan dinaikkan ambulans, tapi pelayat meminta agar ditandu saja. The Times of Israel menyatakan ada sekitar 10 ribu orang yang hadir.

Tiba-tiba saja polisi Israel menyerang dan merebut bendera Palestina yang menyelimuti peti jenazah. Mereka juga menyerang pengusung jenazah, sampai-sampai peti yang berisi Abu Akleh nyaris jatuh. Rekaman video serangan polisi Israel itu viral di berbagai media sosial. Usai peristiwa itu, Abu Akleh tetap dibawa untuk didoakan untuk selanjutnya diantar ke Pemakaman Gunung Sion.

Palang Merah Jerusalem menyatakan ada 33 orang luka akibat insiden tersebut dan 6 di antaranya harus dirawat di rumah sakit. Polisi Israel menangkap sekitar 300 orang di antara para pelayat. Sabtu (14/5) polisi Israel menyatakan akan menyelidiki kasus penyerangan tersebut. Namun mereka mengklaim bahwa para pelayat telah melanggar permintaan keluarga korban dan merebut peti jenazah.

Namun Antoun Abu Akleh, sang kakak lelaki menegaskan bahwa pernyataan polisi tidak benar. Tidak ada yang merebut peti mati adiknya. Sehari sebelum pemakaman, Antoun sempat dipanggil polisi. Dia menolak berbagai permintaan yang diminta aparat. (sha/bay/jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/