alexametrics
32.7 C
Jayapura
Saturday, 28 May 2022

Austria Akan Lockdown Warga yang Tak Divaksin, Kanselir: Situasinya Serius

RADARPAPUA.ID–Austria lockdown. Tapi, bukan untuk semua penduduk. Melainkan hanya bagi warga yang belum divaksin Covid-19. Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin (15/11). Kanselir Austria Alexander Schallenberg menegaskan bahwa langkah itu diambil untuk menekan angka penularan virus SARS-CoV-2 yang kini meroket di negara tersebut.

”Situasinya serius. Tidak mudah mengambil langkah ini, tapi sayangnya ini memang diperlukan,” tegas Schallenberg dalam konferensi pers Minggu (14/11) seperti dikutip Agence France-Presse. Komite Parlemen Austria telah menyetujui aturan tersebut.

Saat ini hampir 65 persen penduduk Austria telah divaksin. Namun, jumlah itu masih di bawah rata-rata negara-negara Uni Eropa (UE) yang mencapai 67 persen.

Kanselir 52 tahun itu menjelaskan bahwa penduduk 12 tahun ke atas yang belum divaksin atau tidak bisa menunjukkan bukti bahwa mereka baru sembuh dari Covid-19 tidak diizinkan untuk meninggalkan rumah. Mereka boleh keluar hanya untuk membeli kebutuhan pokok, berolahraga, bekerja, dan berobat. Kebijakan tersebut berlaku secara nasional.

Baca Juga :  Studi Terbaru, Vaksin Booster Dapat Tingkatkan Daya Tahan Terhadap Omicron

Yang menolak menunjukkan bukti telah divaksin ataupun baru sembuh dari Covid-19 akan didenda hingga tiga kali lipat. Orang yang baru sembuh dari Covid-19 memiliki kekebalan tubuh sehingga mereka terlindung meski belum divaksin.

Pemerintah Austria memang harus memutar otak untuk menekan angka penularan yang kian meroket. Saat ini rata-rata kasus baru per hari sekitar 13 ribu. Sejak awal pandemi, total 11.700 orang meninggal karena Covid-19.

Kebijakan itu menuai pro dan kontra. Ratusan penduduk yang menolak divaksin langsung menggelar aksi protes di depan kantor kanselir.

RADARPAPUA.ID–Austria lockdown. Tapi, bukan untuk semua penduduk. Melainkan hanya bagi warga yang belum divaksin Covid-19. Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin (15/11). Kanselir Austria Alexander Schallenberg menegaskan bahwa langkah itu diambil untuk menekan angka penularan virus SARS-CoV-2 yang kini meroket di negara tersebut.

”Situasinya serius. Tidak mudah mengambil langkah ini, tapi sayangnya ini memang diperlukan,” tegas Schallenberg dalam konferensi pers Minggu (14/11) seperti dikutip Agence France-Presse. Komite Parlemen Austria telah menyetujui aturan tersebut.

Saat ini hampir 65 persen penduduk Austria telah divaksin. Namun, jumlah itu masih di bawah rata-rata negara-negara Uni Eropa (UE) yang mencapai 67 persen.

Kanselir 52 tahun itu menjelaskan bahwa penduduk 12 tahun ke atas yang belum divaksin atau tidak bisa menunjukkan bukti bahwa mereka baru sembuh dari Covid-19 tidak diizinkan untuk meninggalkan rumah. Mereka boleh keluar hanya untuk membeli kebutuhan pokok, berolahraga, bekerja, dan berobat. Kebijakan tersebut berlaku secara nasional.

Baca Juga :  Tak Ada Korban Selamat dari Jatuhnya Pesawat China Eastern

Yang menolak menunjukkan bukti telah divaksin ataupun baru sembuh dari Covid-19 akan didenda hingga tiga kali lipat. Orang yang baru sembuh dari Covid-19 memiliki kekebalan tubuh sehingga mereka terlindung meski belum divaksin.

Pemerintah Austria memang harus memutar otak untuk menekan angka penularan yang kian meroket. Saat ini rata-rata kasus baru per hari sekitar 13 ribu. Sejak awal pandemi, total 11.700 orang meninggal karena Covid-19.

Kebijakan itu menuai pro dan kontra. Ratusan penduduk yang menolak divaksin langsung menggelar aksi protes di depan kantor kanselir.

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/