alexametrics
25.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

Jelang Musim Dingin, Kasus Positif Covid-19 di Eropa Melonjak

RADARPAPUA.ID – Memasuki musim dingin, beberapa negara mengalami kenaikan kasus. Belanda misalnya. Jumat lalu mereka memberlakukan lockdown selama 3 pekan yang menyasar restoran, toko-toko, acara olah raga dan tempat-tempat publik lainnya.

Nasib serupa dialami Jerman. Penularan di negeri Bavaria meroket sejak pertengahan Oktober. Jerman mengalami gelombang penularan keempat. Untuk pertama kalinya selama sepekan terakhir ada rata-rata 303 kasus baru per 100 ribu orang. Jika dihitung secara keseluruhan, maka rekornya lebih dari 50 ribu kasus per hari. Robert Koch Institut (RKI) Sabtu (13/11) melaporkan ada 228 kematian dalam 24 jam.

’’Kita membutuhkan usaha nasional untuk mengalahkan gelombang pandemi di musim gugur dan musim dingin,’’ ujar Kanselir Jerman Angela Merkel. Angka vaksinasi di Jerman sekitar 67 persen. Merkel mendorong agar mereka yang belum divaksin, segera melakukannya. Dia juga mendukung pemberian booster.

Para pejabat kesehatan mendorong pemerintah agar menerapkan aturan yang lebih ketat. Mulai dari meliburkan sekolah hingga lockdown parsial. Kandidat kanselir Jerman pengganti Merkel, Olaf Scholz, juga berpendapat serupa. Dia ingin agar ada pembatasan baru untuk menekan angka penularan. Pekan ini usulan-usulan itu akan dibahas oleh perlemen dan bakal diterapkan sekitar akhir bulan.

Baca Juga :  TEROBOSAN! Uni Eropa akan Berlakukan Aturan Baru Perjalanan Saat Pandemi

Di Asia, Tiongkok juga masih berusaha agar angka penularan lokal di negaranya menjadi nol. Namun, penularan imbas varian Delta makin tak terkendali. Setidaknya 21 provinsi, wilayah, dan kota terdampak penularan varian Delta ini.

Dalian menjadi wilayah dengan angka penularan tertinggi. Minggu ada 32 kasus penularan lokal, sebanyak 24 di antaranya dari Dalian. Jika dihitung sejak gelombang penularan baru merebak 17 Oktober lalu, total kini ada 1.308 kasus aktif di Tiongkok.

Tiongkok juga menjadi sorotan setelah salah satu petugas kesehatan membunuh seekor anjing saat tuannya tengah dikarantina. Insiden itu terjadi di Shangrao provinsi Jiangxi. Insiden ini memicu kecaman dari banyak pihak. Otoritas Shangrao memaparkan bahwa petugas yang bersangkutan telah diberhentikan. (Jawa Pos)

 

RADARPAPUA.ID – Memasuki musim dingin, beberapa negara mengalami kenaikan kasus. Belanda misalnya. Jumat lalu mereka memberlakukan lockdown selama 3 pekan yang menyasar restoran, toko-toko, acara olah raga dan tempat-tempat publik lainnya.

Nasib serupa dialami Jerman. Penularan di negeri Bavaria meroket sejak pertengahan Oktober. Jerman mengalami gelombang penularan keempat. Untuk pertama kalinya selama sepekan terakhir ada rata-rata 303 kasus baru per 100 ribu orang. Jika dihitung secara keseluruhan, maka rekornya lebih dari 50 ribu kasus per hari. Robert Koch Institut (RKI) Sabtu (13/11) melaporkan ada 228 kematian dalam 24 jam.

’’Kita membutuhkan usaha nasional untuk mengalahkan gelombang pandemi di musim gugur dan musim dingin,’’ ujar Kanselir Jerman Angela Merkel. Angka vaksinasi di Jerman sekitar 67 persen. Merkel mendorong agar mereka yang belum divaksin, segera melakukannya. Dia juga mendukung pemberian booster.

Para pejabat kesehatan mendorong pemerintah agar menerapkan aturan yang lebih ketat. Mulai dari meliburkan sekolah hingga lockdown parsial. Kandidat kanselir Jerman pengganti Merkel, Olaf Scholz, juga berpendapat serupa. Dia ingin agar ada pembatasan baru untuk menekan angka penularan. Pekan ini usulan-usulan itu akan dibahas oleh perlemen dan bakal diterapkan sekitar akhir bulan.

Baca Juga :  Hadapi Lonjakan Covid-19, Kapolri: Harus Dilakukan Dengan Upaya Maksimal

Di Asia, Tiongkok juga masih berusaha agar angka penularan lokal di negaranya menjadi nol. Namun, penularan imbas varian Delta makin tak terkendali. Setidaknya 21 provinsi, wilayah, dan kota terdampak penularan varian Delta ini.

Dalian menjadi wilayah dengan angka penularan tertinggi. Minggu ada 32 kasus penularan lokal, sebanyak 24 di antaranya dari Dalian. Jika dihitung sejak gelombang penularan baru merebak 17 Oktober lalu, total kini ada 1.308 kasus aktif di Tiongkok.

Tiongkok juga menjadi sorotan setelah salah satu petugas kesehatan membunuh seekor anjing saat tuannya tengah dikarantina. Insiden itu terjadi di Shangrao provinsi Jiangxi. Insiden ini memicu kecaman dari banyak pihak. Otoritas Shangrao memaparkan bahwa petugas yang bersangkutan telah diberhentikan. (Jawa Pos)

 

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/