alexametrics
25.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

Gunung Hunga Tonga-Hunga Ha’apai Meletus, Tonga Tertutup Abu

RADARPAPUA.ID – Tonga berselimut abu. Gambar satelit yang dirilis PBB dan juga penerbangan pengintaian pasukan pertahanan Selandia Baru menunjukkan situasi itu.

Tanah dan pepohonan di negara tersebut hampir seluruhnya dilapisi oleh abu bekas letusan gunung Hunga Tonga-Hunga Ha’apai. Foto-foto itu juga menunjukkan kerusakan parah di Tongatapu yang merupakan pulau utama di Tonga.

’’Lapisan abu tebal masih tersisa di Tongatapu,’’ bunyi pernyataan Komisi Tinggi Selandia Baru di Nuku’alofa seperti dikutip CNN.

Pemerintah Selandia Baru mencoba mengirimkan air bersih dan juga bantuan kemanusiaan lainnya ke Tonga. Namun pesawat yang membawa bantuan tidak bisa mendarat karena landasan pacu masih penuh dengan abu.

Sejauh ini dua orang dilaporkan tewas akibat letusan gunung merapi yang berujung tsunami tersebut. Jumlah korban jiwa bisa saja terus bertambah. Sebab hingga saat ini sistem komunikasi masih terbatas. Beberapa daerah juga belum bisa diakses. Di Peru, dua orang juga dilaporkan meninggal akibat ombak tinggi saat tsunami terjadi.

Baca Juga :  Varian Delta Bikin Selandia Baru Hapus Strategi Covid Zero

WHO mengungkapkan bahwa jaringan telepon dan koneksi internet internasional di Tonga masih terputus. Mereka berhasil menghubungi petugas perantara WHO di Tonga, Dr Yutaro Setoya lewat jaringan telepon satelit. Dia membuka komunikasi antara WHO dan pemerintah Tonga.

’’Petugas tersebut secara harfiah benar-benar telah berdiri di luar, dari fajar hingga larut malam selama beberapa hari terakhir untuk memastikan bahwa telepon dapat mencapai sinyal satelit,’’ bunyi pernyataan WHO seperti dikutip Agence France-Presse.

Dipaparkan bahwa ada sekitar 100 rumah yang rusak dan separonya berada di Tongatapu. Abu tebal yang mencapai 2 sentimeter. Pemerintah Tonga menyarankan penduduk tetap di dalam rumah, memakai masker saat keluar serta hanya minum air dalam kemasan saja.

Terpisah, PBB menegaskan bahwa mereka akan menjaga agar bantuan yang dikirimkan ke Tonga tidak membuat status bebas Covid-19 di negara tersebut ternodai. Tonga termasuk negara yang sangat ketat menerapkan aturan untuk menekan penularan virus SARS-CoV-2. (Jawa Pos)

RADARPAPUA.ID – Tonga berselimut abu. Gambar satelit yang dirilis PBB dan juga penerbangan pengintaian pasukan pertahanan Selandia Baru menunjukkan situasi itu.

Tanah dan pepohonan di negara tersebut hampir seluruhnya dilapisi oleh abu bekas letusan gunung Hunga Tonga-Hunga Ha’apai. Foto-foto itu juga menunjukkan kerusakan parah di Tongatapu yang merupakan pulau utama di Tonga.

’’Lapisan abu tebal masih tersisa di Tongatapu,’’ bunyi pernyataan Komisi Tinggi Selandia Baru di Nuku’alofa seperti dikutip CNN.

Pemerintah Selandia Baru mencoba mengirimkan air bersih dan juga bantuan kemanusiaan lainnya ke Tonga. Namun pesawat yang membawa bantuan tidak bisa mendarat karena landasan pacu masih penuh dengan abu.

Sejauh ini dua orang dilaporkan tewas akibat letusan gunung merapi yang berujung tsunami tersebut. Jumlah korban jiwa bisa saja terus bertambah. Sebab hingga saat ini sistem komunikasi masih terbatas. Beberapa daerah juga belum bisa diakses. Di Peru, dua orang juga dilaporkan meninggal akibat ombak tinggi saat tsunami terjadi.

Baca Juga :  Sempat Terputus, Polandia Siap Menyuplai Kembali Gas ke Seluruh Pelanggan

WHO mengungkapkan bahwa jaringan telepon dan koneksi internet internasional di Tonga masih terputus. Mereka berhasil menghubungi petugas perantara WHO di Tonga, Dr Yutaro Setoya lewat jaringan telepon satelit. Dia membuka komunikasi antara WHO dan pemerintah Tonga.

’’Petugas tersebut secara harfiah benar-benar telah berdiri di luar, dari fajar hingga larut malam selama beberapa hari terakhir untuk memastikan bahwa telepon dapat mencapai sinyal satelit,’’ bunyi pernyataan WHO seperti dikutip Agence France-Presse.

Dipaparkan bahwa ada sekitar 100 rumah yang rusak dan separonya berada di Tongatapu. Abu tebal yang mencapai 2 sentimeter. Pemerintah Tonga menyarankan penduduk tetap di dalam rumah, memakai masker saat keluar serta hanya minum air dalam kemasan saja.

Terpisah, PBB menegaskan bahwa mereka akan menjaga agar bantuan yang dikirimkan ke Tonga tidak membuat status bebas Covid-19 di negara tersebut ternodai. Tonga termasuk negara yang sangat ketat menerapkan aturan untuk menekan penularan virus SARS-CoV-2. (Jawa Pos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/