alexametrics
25.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Inggris Khawatir Tindakan Rusia bakal Lebih Ekstrem di Ukraina

RADARPAPUA.ID – Pembicaraan damai untuk mengakhiri konflik Ukraina bisa menjadi tabir asap untuk manuver militer Rusia yang lebih ekstrem.

Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss seperti dilansir Al Jazeera. “Saya sangat skeptis,” kata Truss kepada surat kabar The Times dalam sebuah wawancara.

“Apa yang kami lihat adalah upaya untuk menciptakan ruang bagi Rusia untuk berkumpul kembali. Invasi mereka tidak berjalan sesuai rencana,” sambungnya.

Truss mengaku khawatir negosiasi menjadi upaya lain untuk membuat pengalihan dan membuat tabir asap. “Saya tidak berpikir kita belum pada titik untuk negosiasi,” jelasnya.

Truss menggemakan komentar oleh intelijen Inggris bahwa Presiden Putin dapat beralih ke tindakan yang semakin ekstrem. “Kita telah melihat kekejaman yang mengerikan,” tukasnya. (tkg)

Baca Juga :  Presiden Ukraina dan Keluarganya Jadi Target Nomor Satu Rusia, Janji Tetap...

RADARPAPUA.ID – Pembicaraan damai untuk mengakhiri konflik Ukraina bisa menjadi tabir asap untuk manuver militer Rusia yang lebih ekstrem.

Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss seperti dilansir Al Jazeera. “Saya sangat skeptis,” kata Truss kepada surat kabar The Times dalam sebuah wawancara.

“Apa yang kami lihat adalah upaya untuk menciptakan ruang bagi Rusia untuk berkumpul kembali. Invasi mereka tidak berjalan sesuai rencana,” sambungnya.

Truss mengaku khawatir negosiasi menjadi upaya lain untuk membuat pengalihan dan membuat tabir asap. “Saya tidak berpikir kita belum pada titik untuk negosiasi,” jelasnya.

Truss menggemakan komentar oleh intelijen Inggris bahwa Presiden Putin dapat beralih ke tindakan yang semakin ekstrem. “Kita telah melihat kekejaman yang mengerikan,” tukasnya. (tkg)

Baca Juga :  Dihubungi PM Modi, Putin Pastikan Warga India Keluar Dengan Aman

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/