alexametrics
26.7 C
Jayapura
Saturday, 21 May 2022

Covid `Menggila` di Jepang, Penularan Harian Capai 54.576 Kasus

RADARPAPUA.ID– Jepang menutup perbatasan internasionalnya. Meski begitu, itu belum mampu membendung penularan varian Omicron. Pada Sabtu (22/1) penularan harian mencapai 54.576. Itu adalah rekor tertinggi di negara tersebut selama lima hari berturut-turut.

Saat ini mayoritas dari 47 prefektur di Jepang sudah memecahkan rekor penularan harian tertinggi. Tokyo salah satunya. Ia menyumbang 11.227 kasus. Padahal sehari sebelumnya hanya 9.699 kasus. Osaka berada di belakang Tokyo dengan 7.375 kasus harian.

Jepang mengkonfirmasi kasus Omicron pada 30 November lalu. Sejak saat itu kasusnya meningkat 100 kali lipat dalam 3 pekan. Pada 1 Januari lalu tercatat kasus di negeri sakura tersebut hanya 534 kasus harian. Saat ini pemerintah pusat menetapkan status semi darurat pada 29 prefektur, termasuk Tokyo. Wilayah dengan status tersebut diperbolehkan meminta bar dan restoran tutup lebih awal, tidak menyajikan alkohol dan berbagai aturan lainnya.

Baca Juga :  Omicron Masuk Indonesia, Presiden Jokowi Minta Warga Tenang

’’Kami memutuskan ini saat yang tepat untuk mempersiapkan agar sistem medis berfungsi dengan baik, mengambil tindakan tepat dan memperlambat peningkatan jumlah kasus,’’ tegas Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. Sebanyak 78 persen penduduk Jepang sudah divaksin lengkap.

Ketatnya aturan di Jepang dan penutupan perbatasan memberi dampak. Ada sekitar 150 ribu pelajar, pekerja, pebisnis dan golongan lainnya yang tidak bisa masuk negara tersebut. Sebagian adalah warga asing yang memiliki keluarga di Jepang. Mereka telah berpisah dengan keluarganya berbulan-bulan tanpa kepastian. Pemerintah Jepang belum memberi kepastian kapan mereka akan membuka perbatasannya. Yang diperbolehkan masuk hanya penduduk Jepang dan ekspatriat.(jawapos)

RADARPAPUA.ID– Jepang menutup perbatasan internasionalnya. Meski begitu, itu belum mampu membendung penularan varian Omicron. Pada Sabtu (22/1) penularan harian mencapai 54.576. Itu adalah rekor tertinggi di negara tersebut selama lima hari berturut-turut.

Saat ini mayoritas dari 47 prefektur di Jepang sudah memecahkan rekor penularan harian tertinggi. Tokyo salah satunya. Ia menyumbang 11.227 kasus. Padahal sehari sebelumnya hanya 9.699 kasus. Osaka berada di belakang Tokyo dengan 7.375 kasus harian.

Jepang mengkonfirmasi kasus Omicron pada 30 November lalu. Sejak saat itu kasusnya meningkat 100 kali lipat dalam 3 pekan. Pada 1 Januari lalu tercatat kasus di negeri sakura tersebut hanya 534 kasus harian. Saat ini pemerintah pusat menetapkan status semi darurat pada 29 prefektur, termasuk Tokyo. Wilayah dengan status tersebut diperbolehkan meminta bar dan restoran tutup lebih awal, tidak menyajikan alkohol dan berbagai aturan lainnya.

Baca Juga :  AS Pecahkan Rekor Kasus Covid, Sehari Tembus Satu Juta Kasus Gara-gara Omicron

’’Kami memutuskan ini saat yang tepat untuk mempersiapkan agar sistem medis berfungsi dengan baik, mengambil tindakan tepat dan memperlambat peningkatan jumlah kasus,’’ tegas Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida. Sebanyak 78 persen penduduk Jepang sudah divaksin lengkap.

Ketatnya aturan di Jepang dan penutupan perbatasan memberi dampak. Ada sekitar 150 ribu pelajar, pekerja, pebisnis dan golongan lainnya yang tidak bisa masuk negara tersebut. Sebagian adalah warga asing yang memiliki keluarga di Jepang. Mereka telah berpisah dengan keluarganya berbulan-bulan tanpa kepastian. Pemerintah Jepang belum memberi kepastian kapan mereka akan membuka perbatasannya. Yang diperbolehkan masuk hanya penduduk Jepang dan ekspatriat.(jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/