alexametrics
27.7 C
Jayapura
Tuesday, 17 May 2022

Jumlah Pasien Positif Covid-19 Melonjak, Jerman dan Cina Dibuat Kewalahan

RADARPAPUA.ID – Jerman mengalami lonjakan kasus positif Covid-19. The Guardian melaporkan bahwa rekor kenaikan terjadi 7 hari berturut-turut di Jerman.

Berdasarkan data Robert Koch Institute (RKI), pada Sabtu ada 135.461 kasus penularan baru. Sepekan yang lalu, angkanya hanya 78.022. Jerman juga melaporkan ada 179 kematian.

Tiongkok sebagai negara satu-satunya yang masih menerapkan kebijakan nol kasus harus bergulat dengan tingginya kasus sejak adanya Omicron.

Kemarin (23/1) pemerintah melakukan uji Covid-19 massal di distrik Fengtai, Beijing. Tampak penduduk berbaris di tengah cuaca musim dingin untuk dites swab.

Sehari sebelumnya ada 56 kasus baru. Sebanyak 37 di antaranya berasal dari luar negeri dan sisanya penularan lokal. Di antara penularan lokal tersebut, terbanyak di distrik Fengtai.

Baca Juga :  KEMBALI TEGANG! 2 Perempuan Palestina Dibunuh Tentara Israel

’Wilayah ibu kota (Beijing, Red) harus mengambil langkah paling tegas untuk memblokir rantai penularan epidemi. Pada prinsipnya, orang di area berisiko tidak boleh meninggalkan Beijing,’’ tegas juru bicara pemerintah Beijing Xu Hejian seperti dikutip ABC News. (Jawa Pos)

RADARPAPUA.ID – Jerman mengalami lonjakan kasus positif Covid-19. The Guardian melaporkan bahwa rekor kenaikan terjadi 7 hari berturut-turut di Jerman.

Berdasarkan data Robert Koch Institute (RKI), pada Sabtu ada 135.461 kasus penularan baru. Sepekan yang lalu, angkanya hanya 78.022. Jerman juga melaporkan ada 179 kematian.

Tiongkok sebagai negara satu-satunya yang masih menerapkan kebijakan nol kasus harus bergulat dengan tingginya kasus sejak adanya Omicron.

Kemarin (23/1) pemerintah melakukan uji Covid-19 massal di distrik Fengtai, Beijing. Tampak penduduk berbaris di tengah cuaca musim dingin untuk dites swab.

Sehari sebelumnya ada 56 kasus baru. Sebanyak 37 di antaranya berasal dari luar negeri dan sisanya penularan lokal. Di antara penularan lokal tersebut, terbanyak di distrik Fengtai.

Baca Juga :  KEMBALI TEGANG! 2 Perempuan Palestina Dibunuh Tentara Israel

’Wilayah ibu kota (Beijing, Red) harus mengambil langkah paling tegas untuk memblokir rantai penularan epidemi. Pada prinsipnya, orang di area berisiko tidak boleh meninggalkan Beijing,’’ tegas juru bicara pemerintah Beijing Xu Hejian seperti dikutip ABC News. (Jawa Pos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/