alexametrics
29.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

Gara-gara Covid-19, Ratusan Pekerja Migran Diusir dari Rumah Majikan

RADARPAPUA.ID – Merebaknya kasus Covid-19 di Hongkong berdampak pada pekerja migran. Akibat tertular Covid-19, ratusan pekerja itu diusir dari rumah majikan. Ana, seorang pekerja di Hongkong menyebut sang majikan tidak mengizinkannya pulang.

’’Saya demam dan gemetar,’’ kata Ana. Selama dua hari dia tinggal di taman di You Ma Tei, sebelum akhirnya ditolong oleh lembaga non pemerintah HELP For Domestic Workers .

HELP saat ini membantu sekitar 100 orang. Sekitar belasan di antaranya bukan hanya diminta pergi saat tertular, tapi langsung dipecat dan dilarang kembali ke rumah majikannya.

Para pekerja tersebut berlindung di tenda-tenda kecil di sepanjang jembatan atau area lain yang sepi. Beberapa yang tidak memiliki tenda terpaksa harus membuat tempat tidur seadanya dari kardus. Mayoritas pekerja berasal dari Indonesia dan Filipina.

Baca Juga :  Rusia Bombardir Rumah Sakit, AS, G-7, dan Negara-Negara Eropa Siapkan Sanksi

’’Jika dapat membuktikan bahwa mereka diminta untuk pergi karena sakit, ini dapat dianggap sebagai pemecatan ilegal berdasarkan peraturan ketenagakerjaan di Hongkong,’’ ujar Konsulat Jenderal Filipina di Hongkong Raly Tejada seperti dikutip The Guardian. Dia menyebut bahwa tindakan itu adalah hal yang tidak bermoral.

Direktur Eksekutif HELP Manisha Wijesinghe mengungkapkan bahwa para majikan tersebut ketakutan keluarganya bakal ikut tertular. Konsekuensinya, mereka akan dikirim ke fasilitas karantina karena kontak dengan pekerja yang positif Covid-19.

’’Saya rasa mereka tidak berniat jahat. Ketakutanlah yang mendorong orang-orang melakukan hal itu,’’ tegasnya. Meski begitu, dia tidak membenarkan tindakan membuat para pekerja rumah tangga menjadi gelandangan dan tidur di jalanan padahal saat ini tengah musim dingin. (Jawa Pos)

RADARPAPUA.ID – Merebaknya kasus Covid-19 di Hongkong berdampak pada pekerja migran. Akibat tertular Covid-19, ratusan pekerja itu diusir dari rumah majikan. Ana, seorang pekerja di Hongkong menyebut sang majikan tidak mengizinkannya pulang.

’’Saya demam dan gemetar,’’ kata Ana. Selama dua hari dia tinggal di taman di You Ma Tei, sebelum akhirnya ditolong oleh lembaga non pemerintah HELP For Domestic Workers .

HELP saat ini membantu sekitar 100 orang. Sekitar belasan di antaranya bukan hanya diminta pergi saat tertular, tapi langsung dipecat dan dilarang kembali ke rumah majikannya.

Para pekerja tersebut berlindung di tenda-tenda kecil di sepanjang jembatan atau area lain yang sepi. Beberapa yang tidak memiliki tenda terpaksa harus membuat tempat tidur seadanya dari kardus. Mayoritas pekerja berasal dari Indonesia dan Filipina.

Baca Juga :  Tak Hanya Covid Varian XE, Inggris Juga Dilanda Wabah Norovirus, Ini Gejalanya

’’Jika dapat membuktikan bahwa mereka diminta untuk pergi karena sakit, ini dapat dianggap sebagai pemecatan ilegal berdasarkan peraturan ketenagakerjaan di Hongkong,’’ ujar Konsulat Jenderal Filipina di Hongkong Raly Tejada seperti dikutip The Guardian. Dia menyebut bahwa tindakan itu adalah hal yang tidak bermoral.

Direktur Eksekutif HELP Manisha Wijesinghe mengungkapkan bahwa para majikan tersebut ketakutan keluarganya bakal ikut tertular. Konsekuensinya, mereka akan dikirim ke fasilitas karantina karena kontak dengan pekerja yang positif Covid-19.

’’Saya rasa mereka tidak berniat jahat. Ketakutanlah yang mendorong orang-orang melakukan hal itu,’’ tegasnya. Meski begitu, dia tidak membenarkan tindakan membuat para pekerja rumah tangga menjadi gelandangan dan tidur di jalanan padahal saat ini tengah musim dingin. (Jawa Pos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/