alexametrics
26.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

Presiden Ukraina Sebut Ratusan Warganya yang Tewas Diserang Rusia

RADARPAPUA.ID–Pasca serangan Rusia ke seluruh sudut kota di Ukraina pada Kamis (24/2) dini hari mendorong laporan korban jiwa dan korban luka-luka. Presiden Ukraina merinci jumlah korban jiwa dan korban luka-luka pasca serangan rudal Rusia di ibukota Kyiv dan sejumlah wilayah lainnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan sejauh ini 137 warga sipil dan personel militer tewas pada hari pertama invasi Rusia. Zelenskyy menyebutkan hal itu dalam sebuah rekaman video.

“Mereka (korban) pahlawan. Mereka (Rusia) membunuh orang dan mengubah kota yang damai menjadi target militer. Itu busuk dan tidak akan pernah dimaafkan,” kata Zelenskyy, merujuk pada pasukan Rusia seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (25/2).

Zelenskyy juga menandatangani dekrit tentang mobilisasi umum penduduk. Tentara Rusia saat ini semakin maju ke arah ibu kota Ukraina, Kyiv.

Badan pengungsi PBB mengatakan sekitar 100 ribu warga Ukraina telah meninggalkan rumah mereka. Para pengungsi pindah ke Polandia atau terlantar di terowongan kereta bawah tanah. Zelenskyy berjanji untuk membela negaranya, menyatakan darurat militer.

Baca Juga :  Setelah Terjadi Penembakan, Roket Rusia Hancurkan Landasan Bandara Dnipro

Sanksi Keras Untuk Rusia

Presiden AS Joe Biden menegaskan sanksi baru terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina sementara kekuatan Barat mengecam langkah Moskow.

Uni Eropa mengatakan Putin harus berhenti menyerang karena UE menyetujui sanksi baru.

Para pemimpin blok itu pada prinsipnya setuju pada pertemuan puncak darurat semalam untuk menjatuhkan sanksi ekonomi, bergabung dengan AS dan lainnya dalam mengambil langkah-langkah seperti membatasi akses teknologi untuk Rusia.

Uni Eropa akan membekukan aset Rusia di blok tersebut dan menghentikan akses banknya ke pasar keuangan Eropa. UE mengatakan sanksi menargetkan 70 persen pasar perbankan Rusia.

“Ini paket sanksi paling keras yang pernah kami terapkan,” tegas Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Pasca serangan Rusia ke seluruh sudut kota di Ukraina pada Kamis (24/2) dini hari mendorong laporan korban jiwa dan korban luka-luka. Presiden Ukraina merinci jumlah korban jiwa dan korban luka-luka pasca serangan rudal Rusia di ibukota Kyiv dan sejumlah wilayah lainnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan sejauh ini 137 warga sipil dan personel militer tewas pada hari pertama invasi Rusia. Zelenskyy menyebutkan hal itu dalam sebuah rekaman video.

“Mereka (korban) pahlawan. Mereka (Rusia) membunuh orang dan mengubah kota yang damai menjadi target militer. Itu busuk dan tidak akan pernah dimaafkan,” kata Zelenskyy, merujuk pada pasukan Rusia seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (25/2).

Zelenskyy juga menandatangani dekrit tentang mobilisasi umum penduduk. Tentara Rusia saat ini semakin maju ke arah ibu kota Ukraina, Kyiv.

Badan pengungsi PBB mengatakan sekitar 100 ribu warga Ukraina telah meninggalkan rumah mereka. Para pengungsi pindah ke Polandia atau terlantar di terowongan kereta bawah tanah. Zelenskyy berjanji untuk membela negaranya, menyatakan darurat militer.

Baca Juga :  Elon Musk Diprediksi Triliuner Pertama Dunia, Namun Sekarang Tak Punya Rumah

Sanksi Keras Untuk Rusia

Presiden AS Joe Biden menegaskan sanksi baru terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina sementara kekuatan Barat mengecam langkah Moskow.

Uni Eropa mengatakan Putin harus berhenti menyerang karena UE menyetujui sanksi baru.

Para pemimpin blok itu pada prinsipnya setuju pada pertemuan puncak darurat semalam untuk menjatuhkan sanksi ekonomi, bergabung dengan AS dan lainnya dalam mengambil langkah-langkah seperti membatasi akses teknologi untuk Rusia.

Uni Eropa akan membekukan aset Rusia di blok tersebut dan menghentikan akses banknya ke pasar keuangan Eropa. UE mengatakan sanksi menargetkan 70 persen pasar perbankan Rusia.

“Ini paket sanksi paling keras yang pernah kami terapkan,” tegas Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/