alexametrics
32.7 C
Jayapura
Monday, 23 May 2022

Emmanuel Macron Kembali Terpilih Jadi Presiden, Berjanji Tak Ada Warga…

RADARPAPUA.ID – Emmanuel Macron kembali mendapat kepercayaan warga Prancis. Macron berhasil terpilih jadi Presiden Prancis dengan mengalahkan saingan sayap kanannya Marine Le Pen dengan selisih lumayan jauh dalam pemilihan putaran kedua.

Pendukung Macron bersukacita pada hari Minggu (24/4) saat hasilnya muncul di layar raksasa di taman Champ de Mars dekat menara Eiffel. Dalam pidato kemenangannya, Macron mengakui bahwa banyak orang hanya memilih dia hanya untuk menjauhkan Le Pen.

Dirinya pun berjanji untuk mengatasi perasaan banyak orang Prancis bahwa standar hidup mereka tergelincir. “Banyak orang di negara ini memilih saya bukan karena mereka mendukung ide-ide saya, tetapi untuk mencegah ide-ide sayap kanan. Saya ingin berterima kasih kepada mereka dan tahu saya berutang kepada mereka di tahun-tahun mendatang,” kata pria berusia 44 tahun itu.

Baca Juga :  Sanksi Dunia Terhadap Moskow, Kanada Berani Banget Bilang Rusia Akan Kalah

Dia juga berjanji untuk mengatasi kemarahan dan ketidaksepakatan yang menyebabkan banyak pemilih Prancis memilih ekstrem kanan. “Ini akan menjadi tanggung jawab saya dan orang-orang di sekitar saya,” ujarnya.

“Tidak seorang pun di Prancis akan ditinggalkan di pinggir jalan,” lanjutnya. Ia berjanji untuk menjadi presiden untuk semua.

Macron adalah presiden Prancis pertama yang memenangkan masa jabatan kedua dalam 20 tahun. Tetapi hasil Le Pen juga menandai yang paling dekat yang pernah dilakukan sayap kanan untuk mengambil alih kekuasaan di Prancis. (tkg)

RADARPAPUA.ID – Emmanuel Macron kembali mendapat kepercayaan warga Prancis. Macron berhasil terpilih jadi Presiden Prancis dengan mengalahkan saingan sayap kanannya Marine Le Pen dengan selisih lumayan jauh dalam pemilihan putaran kedua.

Pendukung Macron bersukacita pada hari Minggu (24/4) saat hasilnya muncul di layar raksasa di taman Champ de Mars dekat menara Eiffel. Dalam pidato kemenangannya, Macron mengakui bahwa banyak orang hanya memilih dia hanya untuk menjauhkan Le Pen.

Dirinya pun berjanji untuk mengatasi perasaan banyak orang Prancis bahwa standar hidup mereka tergelincir. “Banyak orang di negara ini memilih saya bukan karena mereka mendukung ide-ide saya, tetapi untuk mencegah ide-ide sayap kanan. Saya ingin berterima kasih kepada mereka dan tahu saya berutang kepada mereka di tahun-tahun mendatang,” kata pria berusia 44 tahun itu.

Baca Juga :  Jelang Pilpres, Prancis Cabut Pembatasan Pandemi Covid-19

Dia juga berjanji untuk mengatasi kemarahan dan ketidaksepakatan yang menyebabkan banyak pemilih Prancis memilih ekstrem kanan. “Ini akan menjadi tanggung jawab saya dan orang-orang di sekitar saya,” ujarnya.

“Tidak seorang pun di Prancis akan ditinggalkan di pinggir jalan,” lanjutnya. Ia berjanji untuk menjadi presiden untuk semua.

Macron adalah presiden Prancis pertama yang memenangkan masa jabatan kedua dalam 20 tahun. Tetapi hasil Le Pen juga menandai yang paling dekat yang pernah dilakukan sayap kanan untuk mengambil alih kekuasaan di Prancis. (tkg)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/