alexametrics
23.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

GAK HABIS-HABIS! Usai Delta dan Omicron, Kini Muncul Covid Varian Baru di AS

RADARPAPUA.ID–Amerika Serikat melaporkan penemuan kasus varian baru Covid-19, masih turunan varian Omicron. Para ahli memberi nama varian itu yakni BA.2. Kasus tersebut dilaporkan setidaknya di 4 negara bagian yaitu California, New Mexico, Texas, dan Washington.

Varian yang lebih baru, seperti Omicron asli, memiliki banyak mutasi termasuk sekitar 20 di wilayah yang ditargetkan oleh sebagian besar vaksinasi Covid-19.

“Seharusnya ini tidak menjadi penyebab kepanikan,” kata para ilmuwan Massachusetts, Selasa (25/1).

“Ini sepupunya Omicron, BA.2. Diperkirakan akan tetap relatif ringan,” tambahnya.

“Saya rasa ini tak menyebabkan tingkat kekacauan dan gangguan, morbiditas dan mortalitas seperti yang dilakukan BA.1,” kata spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston, dr. Jacob Lemieux.

Baca Juga :  AS Pecahkan Rekor Kasus Covid, Sehari Tembus Satu Juta Kasus Gara-gara Omicron

Sementara kasus Covid-19 mulai menurun di tempat-tempat seperti Massachusetts. “Belum jelas apakah BA.2 akan dominan seperti varian Omicron asli, yang sekarang disebut sebagai BA.1,” katanya.

“Ilmuwan masih belum banyak mengetahui tentang transmisibilitas BA.2 dibandingkan dengan BA.1,” kata profesor kedokteran molekuler, biokimia & farmakologi molekuler di UMass Medical School, Jeremy Luban.

“Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah BA.2 akan lolos dari perlindungan yang diberikan oleh vaksin atau obat yang ada,” kata Luban.

Sel T, tentara kekebalan yang tampaknya mencegah penyakit parah setelah vaksinasi, kemungkinan masih akan efektif melawan BA.2. Begitu pula dengan pemakaian masker yang tepat.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Amerika Serikat melaporkan penemuan kasus varian baru Covid-19, masih turunan varian Omicron. Para ahli memberi nama varian itu yakni BA.2. Kasus tersebut dilaporkan setidaknya di 4 negara bagian yaitu California, New Mexico, Texas, dan Washington.

Varian yang lebih baru, seperti Omicron asli, memiliki banyak mutasi termasuk sekitar 20 di wilayah yang ditargetkan oleh sebagian besar vaksinasi Covid-19.

“Seharusnya ini tidak menjadi penyebab kepanikan,” kata para ilmuwan Massachusetts, Selasa (25/1).

“Ini sepupunya Omicron, BA.2. Diperkirakan akan tetap relatif ringan,” tambahnya.

“Saya rasa ini tak menyebabkan tingkat kekacauan dan gangguan, morbiditas dan mortalitas seperti yang dilakukan BA.1,” kata spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston, dr. Jacob Lemieux.

Baca Juga :  Awas, Tenggorokan Gatal jadi Gejala Awal Omicron, Ini Penjelasan Ahli Medis

Sementara kasus Covid-19 mulai menurun di tempat-tempat seperti Massachusetts. “Belum jelas apakah BA.2 akan dominan seperti varian Omicron asli, yang sekarang disebut sebagai BA.1,” katanya.

“Ilmuwan masih belum banyak mengetahui tentang transmisibilitas BA.2 dibandingkan dengan BA.1,” kata profesor kedokteran molekuler, biokimia & farmakologi molekuler di UMass Medical School, Jeremy Luban.

“Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah BA.2 akan lolos dari perlindungan yang diberikan oleh vaksin atau obat yang ada,” kata Luban.

Sel T, tentara kekebalan yang tampaknya mencegah penyakit parah setelah vaksinasi, kemungkinan masih akan efektif melawan BA.2. Begitu pula dengan pemakaian masker yang tepat.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/