alexametrics
24.7 C
Jayapura
Tuesday, 28 June 2022

46 Orang Tenggelam di Sungai Swiss, Netizen Terus Doakan Keselamatan Putra…

RADARPAPUA.ID- Kasus tenggelam di sungai dan danau di Swiss sejatinya tak hanya baru kali ini terjadi. Total ada 46 kasus tenggelam di sungai dan danau di Swiss per tahun 2020.

Media lokal Swiss, Swiss Info, Jumat (27/5) menyatakan berenang di sungai dan danau adalah hiburan musim panas yang populer di Swiss. Ribuan pekerja kantoran di Jenewa, Basel, Bern, Zurich, dan di tempat lain menghabiskan istirahat makan siang mereka di pemandian sungai atau danau, dan kembali untuk berenang setelah bekerja.

Kegiatan ini menjadi lebih menarik karena suhu rata-rata naik. Media lokal Swiss mengklaim tenggelam adalah penyebab kematian yang relatif jarang jika melihat ukuran populasi Swiss.

Statistik terbaru dari Swiss Life Saving Association menyatakan bahwa, 46 orang tenggelam di danau dan sungai pada 2020. Sementara ada 89 kematian tenggelam yang tercatat pada tahun gelombang panas tahun 2003.

Seperti diketahui, anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril `Eril` Mumtadz, 23, hilang terseret arus Sungai Aare di Bern, Swiss. Hingga kini, Eril, sapaannya, masih dalam pencarian tim polisi dan damkar.

Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) untuk Bern meminta bantuan untuk menemukan putra pejabat yang hilang, yang terakhir terlihat berenang di Sungai Aare. Keluarga Eril berada di Swiss mencari sekolah untuk melanjutkan studinya.

Sampai siang ini, nama Eril masih menjadi trending topik di Twitter. Netizen terus mendoakan Eril ditemukan dan dalam kondisi selamat.(jpc)

RADARPAPUA.ID- Kasus tenggelam di sungai dan danau di Swiss sejatinya tak hanya baru kali ini terjadi. Total ada 46 kasus tenggelam di sungai dan danau di Swiss per tahun 2020.

Media lokal Swiss, Swiss Info, Jumat (27/5) menyatakan berenang di sungai dan danau adalah hiburan musim panas yang populer di Swiss. Ribuan pekerja kantoran di Jenewa, Basel, Bern, Zurich, dan di tempat lain menghabiskan istirahat makan siang mereka di pemandian sungai atau danau, dan kembali untuk berenang setelah bekerja.

Kegiatan ini menjadi lebih menarik karena suhu rata-rata naik. Media lokal Swiss mengklaim tenggelam adalah penyebab kematian yang relatif jarang jika melihat ukuran populasi Swiss.

Statistik terbaru dari Swiss Life Saving Association menyatakan bahwa, 46 orang tenggelam di danau dan sungai pada 2020. Sementara ada 89 kematian tenggelam yang tercatat pada tahun gelombang panas tahun 2003.

Seperti diketahui, anak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril `Eril` Mumtadz, 23, hilang terseret arus Sungai Aare di Bern, Swiss. Hingga kini, Eril, sapaannya, masih dalam pencarian tim polisi dan damkar.

Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) untuk Bern meminta bantuan untuk menemukan putra pejabat yang hilang, yang terakhir terlihat berenang di Sungai Aare. Keluarga Eril berada di Swiss mencari sekolah untuk melanjutkan studinya.

Sampai siang ini, nama Eril masih menjadi trending topik di Twitter. Netizen terus mendoakan Eril ditemukan dan dalam kondisi selamat.(jpc)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/