alexametrics
26.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

Puluhan Juta Warga Tiongkok Antre Tes Covid, Makanan Mulai Diborong

RADARPAPUA.ID–Sebanyak 25 juta warga Beijing mengantre untuk mengikuti tes Covid-19. Pihak berwenang di ibu kota Tiongkok itu bekerja keras membasmi wabah untuk mencegah penerapan lockdown seperti di Shanghai yang melemahkan seluruh kota.

Reuters melaporkan 25 juta penduduk di Beijing frustrasi terkait merebaknya lagi Covid-19. Hal itu membuat warga di sana menimbun persediaan makanan.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan orang-orang di Shanghai marah dan dari jendela memukul panci.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa warga Beijing berharap bisa menghindari drama seperti itu dengan bertindak cepat dengan memulai tes di distrik terpadat Chaoyang. Perintah datang beberapa hari setelah puluhan kasus infeksi terdeteksi.

Seorang koki dari Beijing bernama Liu Wentao mengatakan dia khawatir tentang virus varian baru. Meski dia yakin ibu kota bisa mengatasinya. Dia berharap agar Beijing tak akan seperti Shanghai.

Baca Juga :  132 Penumpang China Eastern Warga Tiongkok, Tim Penyelidik Cari Sisa Jenazah...

Beijing, khususnya, mencatat 33 infeksi Covid-19 baru pada 25 April lalu dan naik dari 19 hari sebelumnya, tanpa kematian. Jumlah total kasus dikatakan sangat kecil, dibandingkan dengan ratusan ribu orang di Shanghai, seperti laporan National Post.

Sementara itu, di ibu kota, toko, sekolah, dan kantor tetap buka. Para pejabat telah mendorong penduduk untuk menahan diri dan tidak meninggalkan ibu kota. Selain itu, warga diminta menghindari pertemuan untuk liburan Hari Buruh pada 30 April hingga 4 Mei.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Sebanyak 25 juta warga Beijing mengantre untuk mengikuti tes Covid-19. Pihak berwenang di ibu kota Tiongkok itu bekerja keras membasmi wabah untuk mencegah penerapan lockdown seperti di Shanghai yang melemahkan seluruh kota.

Reuters melaporkan 25 juta penduduk di Beijing frustrasi terkait merebaknya lagi Covid-19. Hal itu membuat warga di sana menimbun persediaan makanan.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan orang-orang di Shanghai marah dan dari jendela memukul panci.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa warga Beijing berharap bisa menghindari drama seperti itu dengan bertindak cepat dengan memulai tes di distrik terpadat Chaoyang. Perintah datang beberapa hari setelah puluhan kasus infeksi terdeteksi.

Seorang koki dari Beijing bernama Liu Wentao mengatakan dia khawatir tentang virus varian baru. Meski dia yakin ibu kota bisa mengatasinya. Dia berharap agar Beijing tak akan seperti Shanghai.

Baca Juga :  Eropa ‘Perang Total’ Lawan Rusia, Anak Buah Vladimir Putin: Tidak Bernilai

Beijing, khususnya, mencatat 33 infeksi Covid-19 baru pada 25 April lalu dan naik dari 19 hari sebelumnya, tanpa kematian. Jumlah total kasus dikatakan sangat kecil, dibandingkan dengan ratusan ribu orang di Shanghai, seperti laporan National Post.

Sementara itu, di ibu kota, toko, sekolah, dan kantor tetap buka. Para pejabat telah mendorong penduduk untuk menahan diri dan tidak meninggalkan ibu kota. Selain itu, warga diminta menghindari pertemuan untuk liburan Hari Buruh pada 30 April hingga 4 Mei.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/