alexametrics
32.7 C
Jayapura
Monday, 23 May 2022

Rusia Bakal Panas, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Mengaku Diundang Jokowi

RADARPAPUA.ID–Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu (27/4) mengatakan di Twitter bahwa Presiden RI Joko Widodo telah mengundangnya untuk hadir di pertemuan puncak G20 di Bali pada November mendatang.

“Telah berbicara dengan Presiden @jokowi. Menghargai undangannya kepada saya ke pertemuan puncak @g20org,” kata Zelensky dalam sebuah cuitan, merujuk kepada Presiden Joko Widodo sebagai ketua G20 tahun ini.

Zelensky menyampaikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo yang telah mengundangnya untuk hadir di KTT G20 yang digelar di Bali pada November mendatang.

Sementara itu, Istana Kepresidenan dan Kantor Sekretariat negara RI belum merespons permintaan Reuters untuk berkomentar. Ukraina bukan anggota G20, tapi ketua-ketua G20 sebelumnya pernah mengundang negara-negara lain sebagai tamu untuk menghadiri pertemuan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah belum memberi konfirmasi tentang undangan kepada Zelensky itu ketika dihubungi oleh Reuters. Tapi, dia mengatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah melakukan konsultasi dan melaporkan hasilnya kepada Jokowi. Dia tidak menjelaskan dengan siapa konsultasi itu dilakukan.

Baca Juga :  Sanksi Singapura untuk Rusia: Bekukan 4 Bank dan Larangan Ekspor

G20 telah mengutuk invasi Rusia di Ukraina yang kini telah memasuki pekan kesembilan. Invasi itu telah meningkatkan ketegangan geopolitik, mengancam ekonomi global, dan memicu krisis kemanusiaan.

Sejumlah anggota G20 telah menyerukan agar Rusia dan Presiden Vladimir Putin dikeluarkan dari KTT di Bali pada November mendatang. Tapi, Indonesia menolak dan mengatakan terlalu dini untuk memutuskan hal itu.

Pada pertemuan pejabat keuangan G20 di Washington, AS, pekan lalu, delegasi AS, Inggris, dan Kanada melakukan aksi walk out atas kehadiran delegasi Rusia.

Sementara, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengakui kelompok tersebut menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dia menyerukan kerja sama untuk mengatasi hambatan dalam pertumbuhan ekonomi global.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu (27/4) mengatakan di Twitter bahwa Presiden RI Joko Widodo telah mengundangnya untuk hadir di pertemuan puncak G20 di Bali pada November mendatang.

“Telah berbicara dengan Presiden @jokowi. Menghargai undangannya kepada saya ke pertemuan puncak @g20org,” kata Zelensky dalam sebuah cuitan, merujuk kepada Presiden Joko Widodo sebagai ketua G20 tahun ini.

Zelensky menyampaikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo yang telah mengundangnya untuk hadir di KTT G20 yang digelar di Bali pada November mendatang.

Sementara itu, Istana Kepresidenan dan Kantor Sekretariat negara RI belum merespons permintaan Reuters untuk berkomentar. Ukraina bukan anggota G20, tapi ketua-ketua G20 sebelumnya pernah mengundang negara-negara lain sebagai tamu untuk menghadiri pertemuan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah belum memberi konfirmasi tentang undangan kepada Zelensky itu ketika dihubungi oleh Reuters. Tapi, dia mengatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah melakukan konsultasi dan melaporkan hasilnya kepada Jokowi. Dia tidak menjelaskan dengan siapa konsultasi itu dilakukan.

Baca Juga :  Badan HAM PBB Punya Laporan Soal Rusia Memakai Bom Tandan

G20 telah mengutuk invasi Rusia di Ukraina yang kini telah memasuki pekan kesembilan. Invasi itu telah meningkatkan ketegangan geopolitik, mengancam ekonomi global, dan memicu krisis kemanusiaan.

Sejumlah anggota G20 telah menyerukan agar Rusia dan Presiden Vladimir Putin dikeluarkan dari KTT di Bali pada November mendatang. Tapi, Indonesia menolak dan mengatakan terlalu dini untuk memutuskan hal itu.

Pada pertemuan pejabat keuangan G20 di Washington, AS, pekan lalu, delegasi AS, Inggris, dan Kanada melakukan aksi walk out atas kehadiran delegasi Rusia.

Sementara, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengakui kelompok tersebut menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dia menyerukan kerja sama untuk mengatasi hambatan dalam pertumbuhan ekonomi global.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/