alexametrics
25.7 C
Jayapura
Tuesday, 24 May 2022

Gara-gara CCG Lakukan Manuver Jarak Dekat dengan PCG, Hubungan Filipina…

RADARPAPUA.ID – Hubungan Filipina dan China makin tegang. Itu karena kapal penjaga pantai Tiongkok (CCG) melakukan manuver jarak dekat dengan kapal penjaga pantai milik Filipina (PCG).

Bukan satu dua kali, tapi 4 kali sepanjang tahun lalu dan terjadi lagi pada 2 Maret. Kejadian itu baru diungkap kemarin (27/3). Menurut Manila, yang dilakukan kapal penjaga pantai milik Beijing itu bisa menimbulkan tabrakan dan melanggar regulasi keamanan internasional.

Kapal Tiongkok bermanuver ketika jaraknya hanya 19 meter dari kapal Filipina. Ia juga membatasi pergerakan kapal-kapal Filipina di wilayah sengketa Laut China Selatan.

’’Tindakan Tiongkok itu adalah pelanggaran yang jelas atas peraturan keselamatan internasional tahun 1972 yang bertujuan untuk mencegah tubrukan laut,’’ ujar Komandan PCG Laksamana Artemio Abu seperti dikutip Channel News Asia.

Baca Juga :  Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Singapura Malah Buka Perbatasan

PCG telah meminta Departemen Luar Negeri Filipina untuk membantu mengatasi masalah ini melalui pendekatan berbasis aturan dan perdamaian. Tidak diketahui dengan pasti apakah Filipina telah melayangkan surat protes resmi pada pemerintah Tiongkok. (Jawa Pos)

 

RADARPAPUA.ID – Hubungan Filipina dan China makin tegang. Itu karena kapal penjaga pantai Tiongkok (CCG) melakukan manuver jarak dekat dengan kapal penjaga pantai milik Filipina (PCG).

Bukan satu dua kali, tapi 4 kali sepanjang tahun lalu dan terjadi lagi pada 2 Maret. Kejadian itu baru diungkap kemarin (27/3). Menurut Manila, yang dilakukan kapal penjaga pantai milik Beijing itu bisa menimbulkan tabrakan dan melanggar regulasi keamanan internasional.

Kapal Tiongkok bermanuver ketika jaraknya hanya 19 meter dari kapal Filipina. Ia juga membatasi pergerakan kapal-kapal Filipina di wilayah sengketa Laut China Selatan.

’’Tindakan Tiongkok itu adalah pelanggaran yang jelas atas peraturan keselamatan internasional tahun 1972 yang bertujuan untuk mencegah tubrukan laut,’’ ujar Komandan PCG Laksamana Artemio Abu seperti dikutip Channel News Asia.

Baca Juga :  Masjid yang Melindungi 80 Warga di Mariupol Ditembaki Pasukan Rusia

PCG telah meminta Departemen Luar Negeri Filipina untuk membantu mengatasi masalah ini melalui pendekatan berbasis aturan dan perdamaian. Tidak diketahui dengan pasti apakah Filipina telah melayangkan surat protes resmi pada pemerintah Tiongkok. (Jawa Pos)

 

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/