Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

33 Bayi di RS Al-Shifa Gaza Terancam Meninggal Tanpa Inkubator

Tina Mamangkey • Rabu, 15 November 2023 | 21:47 WIB
Keadaaan para bayi di RS Al-Shifa yang terancam. (Reuters)
Keadaaan para bayi di RS Al-Shifa yang terancam. (Reuters)

RADARPAPUA - Pengepungan Israel terhadap Palestina sejak 7 Oktober telah menyebabkan kehabisan bahan bakar di RS Al-Shifa di Gaza, mengancam nyawa 33 bayi yang berada di sana.

Tiga bayi sebelumnya meninggal karena kurangnya inkubator.

Meskipun Militer Israel menawarkan pemindahan inkubator pada 14 November, belum ada mekanisme yang jelas untuk melaksanakannya, dan staf medis menyatakan kekhawatiran akan risiko kesehatan yang tinggi bagi bayi-bayi tersebut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa jumlah korban tewas di Palestina mencapai 10.818 orang, dengan lebih dari 300 kematian baru dalam sehari.

Di Tepi Barat, 175 warga tewas akibat serangan Israel, termasuk lebih dari 4.412 anak-anak, 2.641 wanita, dan 611 orang lanjut usia.

Lebih dari 25.000 orang dilaporkan terluka akibat konflik ini.

Israel, meskipun memblokade Gaza, memberikan jeda kemanusiaan untuk pasokan makanan dan memungkinkan evakuasi orang asing.

Meskipun menolak gencatan senjata dengan alasan potensi penggunaan oleh Hamas, serangan Israel terus berlanjut, memperluas dominasi serangan di Jalur Gaza baik dari udara maupun darat. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#nyawa terancam #Bayi #Israel #Konflik #gaza #Palestina #Inkubator #Rumah Sakit Al Shifa #hamas