Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Israel Beri Ultimatum, Ancam Serang Rafah hingga Bulan Ramadhan Jika Hamas Tak Bebaskan Sandera

Tina Mamangkey • Senin, 19 Februari 2024 | 20:14 WIB
Serangan Israel di Gaza. (Sumber Foto : Reuters)
Serangan Israel di Gaza. (Sumber Foto : Reuters)

RADARPAPUA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu menolak seruan untuk menghentikan serangan militer di Gaza dan bersikeras untuk "menyelesaikan pekerjaan" dengan meraih kemenangan total atas Hamas.

Dilaporkan oleh Anadolu Ajansi pada Senin (19/2), Pemerintah Israel, melalui Menteri Kabinet Perang Benny Gantz, menyatakan bahwa pertempuran akan terus berlanjut di daerah Rafah, Palestina, bahkan hingga bulan Ramadhan jika Hamas tidak membebaskan sandera yang mereka tahan.

"Mereka (Hamas) memiliki pilihan, mereka dapat menyerah dengan membebaskan para sandera dan dengan cara ini warga Gaza dapat merayakan Bulan Suci Ramadhan," tambah Gantz.

Gantz, yang juga merupakan mantan Menteri Pertahanan, menjelaskan bahwa invasi ke Rafah akan dilakukan dalam koordinasi dengan mitra Amerika dan Mesir untuk meminimalkan korban sipil.

Tentara Israel berencana meluncurkan serangan darat ke Rafah untuk mengalahkan Hamas, yang saat ini diyakini menahan lebih dari 130 sandera Israel setelah serangan lintas batas yang menewaskan hampir 1.200 orang menurut Tel Aviv.

Rafah, menjadi tempat perlindungan terakhir bagi warga Palestina, dihuni lebih dari 1,4 juta orang.

Bulan suci Ramadhan diperkirakan akan dimulai pada 10 Maret mendatang, yang secara historis menjadi waktu yang tegang di wilayah tersebut.

Sejak serangan pada 7 Oktober 2023, perang telah menewaskan 29.000 korban jiwa, kebanyakan warga sipil, dan menyebabkan pemusnahan massal serta kekurangan kebutuhan.

Serangan Israel di seluruh Gaza masih berlanjut, dengan setidaknya 18 orang tewas dalam semalam hingga Minggu menurut petugas medis dan saksi, termasuk enam korban di Rafah, termasuk wanita dan tiga anak-anak, dan lima korban di Khan Younis dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut PBB, perang Israel di Gaza telah memaksa 85% populasi wilayah tersebut menjadi pengungsi internal, di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang mendesak. Sekitar 60% infrastruktur juga telah hancur.

Saat ini, Israel dihadapkan pada tuduhan melakukan genosida di Mahkamah Internasional, dengan keputusan sementara memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan genosida dan mengambil langkah-langkah untuk menjamin bantuan kemanusiaan bagi warga sipil di Gaza. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#sandera #serangan #Rafah #Israel #Konflik #ancaman #Palestina #bulan ramadhan #hamas