alexametrics
32.7 C
Jayapura
Tuesday, 16 August 2022

Cacar Monyet Meluas, WHO Sebut Sebagian Besar Kasus Libatkan Pria yang…

RADARPAPUA.ID– Persebaran kasus cacar monyet kian meluas. Badan Kesehatan Dunia (WHO) kemarin (5/6) mengungkapkan bahwa saat ini ada 780 kasus cacar monyet yang sudah dipastikan dengan uji laboratorium. Ia berada di 27 negara nonendemis. Jumlah tersebut terhitung dari 13 Mei hingga 2 Juni.

Ada beberapa negara yang mencatat kasus terbanyak. Yaitu Inggris 207, Spanyol 156, Portugal 138, Kanada 58, Jerman 57, dan Amerika Serikat 21 kasus. Beberapa kasus lainnya juga dilaporkan di Argentina, Australia, Maroko, serta Uni Emirat Arab (UEA).

Satu kasus cacar monyet di negara nonendemis sudah bisa dianggap sebagai wabah. Ada sebagian pasien yang diisolasi agar tak menularkan ke yang lain dan ada pula yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Jumlah tersebut mungkin hanya pucuk gunung es. Sebab, banyak kasus yang diduga tidak dilaporkan ataupun tidak terdeteksi. Beberapa kasus baru diketahui muncul bukan berasal dari kontak orang yang pernah terkena sebelumnya. Itu menunjukkan bahwa rantai penularan terjadi melalui virus yang tidak terdeteksi.

”Sangat mungkin negara lain akan mengidentifikasi kasus dan akan ada persebaran virus lebih lanjut,” bunyi pernyataan WHO seperti dikutip Agence France-Presse.

Tingkat risiko global cacar monyet ini masih dalam kategori menengah. Saat ini adalah kali pertama terjadi banyak kasus dan klaster cacar monyet yang dilaporkan bersama. Baik di negara-negara nonendemis maupun endemis.

Sejauh ini belum ada kematian yang dilaporkan di negara-negara nonendemis. Namun, di negara-negara endemis seperti Kamerun, Republik Afrika Tengah, Sierra Leone, Gabon, dan Pantai Gading serta beberapa negara lainnya di Afrika, sudah ada 66 kematian pada lima bulan pertama tahun ini.

WHO menyebutkan, berdasar laporan sejumlah layanan kesehatan, sebagian besar kasus cacar monyet melibatkan pria yang berhubungan seksual dengan pria. Banyak kasus tidak menunjukkan gambaran klinis klasik cacar monyet. (sha/c9/bay/jawapos)

RADARPAPUA.ID– Persebaran kasus cacar monyet kian meluas. Badan Kesehatan Dunia (WHO) kemarin (5/6) mengungkapkan bahwa saat ini ada 780 kasus cacar monyet yang sudah dipastikan dengan uji laboratorium. Ia berada di 27 negara nonendemis. Jumlah tersebut terhitung dari 13 Mei hingga 2 Juni.

Ada beberapa negara yang mencatat kasus terbanyak. Yaitu Inggris 207, Spanyol 156, Portugal 138, Kanada 58, Jerman 57, dan Amerika Serikat 21 kasus. Beberapa kasus lainnya juga dilaporkan di Argentina, Australia, Maroko, serta Uni Emirat Arab (UEA).

Satu kasus cacar monyet di negara nonendemis sudah bisa dianggap sebagai wabah. Ada sebagian pasien yang diisolasi agar tak menularkan ke yang lain dan ada pula yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Jumlah tersebut mungkin hanya pucuk gunung es. Sebab, banyak kasus yang diduga tidak dilaporkan ataupun tidak terdeteksi. Beberapa kasus baru diketahui muncul bukan berasal dari kontak orang yang pernah terkena sebelumnya. Itu menunjukkan bahwa rantai penularan terjadi melalui virus yang tidak terdeteksi.

”Sangat mungkin negara lain akan mengidentifikasi kasus dan akan ada persebaran virus lebih lanjut,” bunyi pernyataan WHO seperti dikutip Agence France-Presse.

Tingkat risiko global cacar monyet ini masih dalam kategori menengah. Saat ini adalah kali pertama terjadi banyak kasus dan klaster cacar monyet yang dilaporkan bersama. Baik di negara-negara nonendemis maupun endemis.

Sejauh ini belum ada kematian yang dilaporkan di negara-negara nonendemis. Namun, di negara-negara endemis seperti Kamerun, Republik Afrika Tengah, Sierra Leone, Gabon, dan Pantai Gading serta beberapa negara lainnya di Afrika, sudah ada 66 kematian pada lima bulan pertama tahun ini.

WHO menyebutkan, berdasar laporan sejumlah layanan kesehatan, sebagian besar kasus cacar monyet melibatkan pria yang berhubungan seksual dengan pria. Banyak kasus tidak menunjukkan gambaran klinis klasik cacar monyet. (sha/c9/bay/jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/