alexametrics
26.7 C
Jayapura
Friday, 20 May 2022

Astaga! Harga Pertalite di Sorong Tembus Rp50.000 per Liter

RADARPAPUA– Harga eceran bahan bakar minyak jenis pertalite di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, pada Sabtu (6/11) sore sudah menembus Rp 50.000 per liter.

Kenaikan harga BBM oleh pengecer di jalan-jalan Kota Sorong tersebut karena kelangkaan di SPBU sejak Jumat (5/11).

Harga pertalite di pengecer semula Rp 30.000 dan terus bergerak hingga Rp 50.000/liter pada Sabtu (6/11) sore.

Hamid Amaro, salah seorang pengecer BBM di Jalan Malanu Kota Sorong mengatakan, itu adalah kesempatan mencari keuntungan lebih karena terjadi antrian di seluruh SPBU Kota Sorong. Banyak orang yang tidak mau antre di SPBU memilih membeli eceran.

”Dapat pertalite dari SPBU sejak pagi (6/11) dan juga ikut antre menjelang siang hari bersama masyarakat lain. Sehingga kesempatan menjual dengan menaikkan harga untuk keuntungan lebih,” ujar Hamid Amaro.

Unit Manager Communication, Relations dan CSR Regional Papua-Maluku PT Pertamina Sub Holding Commercial Trading Edi Mangun saat di konfirmasi mengatakan, stok BBM di SPBU Kota Sorong sudah kembali normal melayani masyarakat.

Baca Juga :  Pangdam XVIII/Kasuari: Kemanusiaan itu Universal Tidak Mengenal Batas

Kelangkaan BBM di Sorong Jumat (5/11) karena rotasi kapal tanker pengangkut BBM milik Pertamina untuk wilayah Papua, Papua Barat, dan Maluku akibat cuaca buruk.

Menurut dia, pergerakan kapal dari satu titik ke titik yang lain terkendala cuaca sehingga menyebabkan keterlambatan pendistribusian. Karena itu, tim terminal pengisian BBM melakukan pengendalian stok.

Kemarin (6/11) sore petugas di terminal pengisian BBM Jayapura, Wayame, dan Sorong, serta depot-depot lain telah berkoordinasi agar situasi kelangkaan yang terjadi dapat tersebut kembali normal.

”Kami meminta maaf atas terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak di wilayah Sorong,” ucap Edi Mangun.

Edi menambahkan, kewenangan untuk menindak dan proses hukum para pelaku yang menaikkan harga BBM adalah kewenangan kepolisian dan penegak hukum lainnya sesuai Undang-Undang Migas.(jawapos)

RADARPAPUA– Harga eceran bahan bakar minyak jenis pertalite di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, pada Sabtu (6/11) sore sudah menembus Rp 50.000 per liter.

Kenaikan harga BBM oleh pengecer di jalan-jalan Kota Sorong tersebut karena kelangkaan di SPBU sejak Jumat (5/11).

Harga pertalite di pengecer semula Rp 30.000 dan terus bergerak hingga Rp 50.000/liter pada Sabtu (6/11) sore.

Hamid Amaro, salah seorang pengecer BBM di Jalan Malanu Kota Sorong mengatakan, itu adalah kesempatan mencari keuntungan lebih karena terjadi antrian di seluruh SPBU Kota Sorong. Banyak orang yang tidak mau antre di SPBU memilih membeli eceran.

”Dapat pertalite dari SPBU sejak pagi (6/11) dan juga ikut antre menjelang siang hari bersama masyarakat lain. Sehingga kesempatan menjual dengan menaikkan harga untuk keuntungan lebih,” ujar Hamid Amaro.

Unit Manager Communication, Relations dan CSR Regional Papua-Maluku PT Pertamina Sub Holding Commercial Trading Edi Mangun saat di konfirmasi mengatakan, stok BBM di SPBU Kota Sorong sudah kembali normal melayani masyarakat.

Baca Juga :  3 Atlet Terjun Payung Papua Barat Gagal Mendarat Sempurna Akibat Angin Kencang

Kelangkaan BBM di Sorong Jumat (5/11) karena rotasi kapal tanker pengangkut BBM milik Pertamina untuk wilayah Papua, Papua Barat, dan Maluku akibat cuaca buruk.

Menurut dia, pergerakan kapal dari satu titik ke titik yang lain terkendala cuaca sehingga menyebabkan keterlambatan pendistribusian. Karena itu, tim terminal pengisian BBM melakukan pengendalian stok.

Kemarin (6/11) sore petugas di terminal pengisian BBM Jayapura, Wayame, dan Sorong, serta depot-depot lain telah berkoordinasi agar situasi kelangkaan yang terjadi dapat tersebut kembali normal.

”Kami meminta maaf atas terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak di wilayah Sorong,” ucap Edi Mangun.

Edi menambahkan, kewenangan untuk menindak dan proses hukum para pelaku yang menaikkan harga BBM adalah kewenangan kepolisian dan penegak hukum lainnya sesuai Undang-Undang Migas.(jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/