alexametrics
31.7 C
Jayapura
Wednesday, 10 August 2022

Google Rusia Ajukan Kebangkrutan Dampak Konflik Rusia dan Ukraina

RADARPAPUA.ID–Anak perusahaan lokal Google di Rusia mengajukan kebangkrutan. Tindakan Moskow terhadap perusahaan Amerika Serikat (AS) telah membuat mereka tidak mungkin untuk melakukan bisnis di negeri Beruang Merah itu.

Sebagaimana diketahui, banyak perusahaan Barat saat ini memang menarik diri dari Rusia. Hal ini dikarenakan konflik Rusia-Ukraina yang belum juga mereda dan menemukan kata damai. Konflik tersebut terjadi pada akhir Februari lalu.

“Google Rusia telah mengajukan kebangkrutan,” kata juru bicara Google dalam sebuah pernyataan pekan lalu.

Juru Bicara Google menambahkan bahwa penyitaan otoritas Rusia atas rekening bank Google Rusia telah membuat kantor di Rusia tidak berfungsi.

Itu termasuk mempekerjakan dan membayar karyawan yang berbasis di Rusia, membayar pemasok dan vendor, dan memenuhi kewajiban keuangan lainnya.

“Orang-orang di Rusia mengandalkan layanan kami untuk mengakses informasi berkualitas dan kami akan terus menyediakan layanan gratis seperti Penelusuran, YouTube, Gmail, Maps, Android, dan Play,” kata perusahaan itu dikutip dari Politico.

Sementara itu, kantor berita Rusia Interfax melaporkan telah mengajukan dokumennya ke Pengadilan Arbitrase Moskow pada 16 Juni lalu.

Seperti sudah disinggung di atas, Google sendiri adalah salah satu dari banyak perusahaan teknologi Barat yang telah menarik diri dari Rusia atau mengurangi aktivitasnya di sana.

Sebagian karena sanksi Barat dan tindakan balasan Rusia, dan sebagian tekanan dari pemerintah Ukraina untuk melakukan blokade digital untuk menghentikan Rusia mengakses layanan.(Jawapos)

RADARPAPUA.ID–Anak perusahaan lokal Google di Rusia mengajukan kebangkrutan. Tindakan Moskow terhadap perusahaan Amerika Serikat (AS) telah membuat mereka tidak mungkin untuk melakukan bisnis di negeri Beruang Merah itu.

Sebagaimana diketahui, banyak perusahaan Barat saat ini memang menarik diri dari Rusia. Hal ini dikarenakan konflik Rusia-Ukraina yang belum juga mereda dan menemukan kata damai. Konflik tersebut terjadi pada akhir Februari lalu.

“Google Rusia telah mengajukan kebangkrutan,” kata juru bicara Google dalam sebuah pernyataan pekan lalu.

Juru Bicara Google menambahkan bahwa penyitaan otoritas Rusia atas rekening bank Google Rusia telah membuat kantor di Rusia tidak berfungsi.

Itu termasuk mempekerjakan dan membayar karyawan yang berbasis di Rusia, membayar pemasok dan vendor, dan memenuhi kewajiban keuangan lainnya.

“Orang-orang di Rusia mengandalkan layanan kami untuk mengakses informasi berkualitas dan kami akan terus menyediakan layanan gratis seperti Penelusuran, YouTube, Gmail, Maps, Android, dan Play,” kata perusahaan itu dikutip dari Politico.

Sementara itu, kantor berita Rusia Interfax melaporkan telah mengajukan dokumennya ke Pengadilan Arbitrase Moskow pada 16 Juni lalu.

Seperti sudah disinggung di atas, Google sendiri adalah salah satu dari banyak perusahaan teknologi Barat yang telah menarik diri dari Rusia atau mengurangi aktivitasnya di sana.

Sebagian karena sanksi Barat dan tindakan balasan Rusia, dan sebagian tekanan dari pemerintah Ukraina untuk melakukan blokade digital untuk menghentikan Rusia mengakses layanan.(Jawapos)

MOST READ

Artikel Terbaru

Artikel Lain

/