RADARPAPUA - One sided relationship atau hubungan yang tidak seimbang, di mana salah satu pihak memberikan lebih banyak usaha, perhatian, atau pengorbanan daripada pihak lain, adalah sebuah fenomena yang dapat menghasilkan ketidakpuasan dan ketidakamanan emosional dalam sebuah hubungan. Sebagaimana dilaporkan oleh laman Verywell Mind pada Rabu (28/2).
Namun, dengan menyimak artikel ini sampai selesai, Anda akan diberikan pemahaman mendalam mengenai konsep one sided relationship, serta tanda-tandanya, penyebab, dampak, dan solusi yang dapat dijalankan untuk mengatasi permasalahan ini.
Apa Itu One Sided Relationship?
Profesor psikologi di California State University, Kelly Campbell, Ph.D., mendefinisikan one sided relationship sebagai hubungan di mana hanya satu pihak yang berkontribusi secara signifikan dalam hal finansial, fisik, emosional, atau mental.
Dalam konteks hubungan romantis, ini mungkin mencakup inisiasi komunikasi yang tidak seimbang, perencanaan kegiatan bersama yang hanya dilakukan oleh satu pihak, atau dominasi satu pihak atas yang lain.
Apa Saja Tanda-Tanda One Sided Relationship?
One sided relationship bisa sulit untuk dikenali, terutama jika Anda sudah terbiasa dengan pola hubungan tersebut.
Namun, ada beberapa tanda yang bisa membantu Anda menyadari bahwa hubungan Anda tidak seimbang, antara lain:
- Anda selalu merasa tidak aman dalam hubungan. Anda selalu meragukan motif atau perasaan pasangan Anda. Anda merasa tidak yakin apakah mereka benar-benar mencintai Anda atau tidak.
- Anda selalu berpikir dan menganalisis hubungan Anda. Anda mencoba mencari tahu apa yang salah, apa yang bisa Anda perbaiki, atau apa yang bisa Anda lakukan untuk membuat pasangan Anda lebih bahagia.
- Anda selalu mengalah atau menyesuaikan diri dengan keinginan pasangan Anda. Anda jarang atau tidak pernah mendapatkan apa yang Anda inginkan dan butuhkan dalam hubungan. Anda merasa tidak dihargai atau dihormati oleh pasangan Anda.
- Anda selalu berusaha lebih keras untuk menjaga hubungan. Anda selalu mengambil inisiatif untuk berkomunikasi, menyelesaikan masalah, atau menghidupkan kembali percikan cinta. Anda merasa bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan hubungan.
- Anda selalu merasa lelah atau stres dalam hubungan. Anda merasa terbebani atau terkuras oleh hubungan Anda. Anda merasa tidak punya waktu atau energi untuk diri sendiri atau hal-hal lain yang penting bagi Anda.
Apa Penyebab One Sided Relationship?
One sided relationship bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari dalam maupun dari luar hubungan. Beberapa penyebab umum adalah:
- Perbedaan tingkat komitmen atau ketertarikan. Mungkin salah satu pihak lebih serius atau lebih tertarik dalam hubungan daripada pihak lain. Mungkin salah satu pihak masih ragu atau belum yakin dengan hubungan tersebut.
- Perbedaan kebutuhan atau harapan. Mungkin salah satu pihak membutuhkan atau mengharapkan lebih banyak perhatian, dukungan, atau kasih sayang daripada pihak lain. Mungkin salah satu pihak lebih mandiri atau lebih suka menyendiri daripada pihak lain.
- Perbedaan kepribadian atau gaya komunikasi. Mungkin salah satu pihak lebih ekspresif atau lebih terbuka daripada pihak lain. Mungkin salah satu pihak lebih pasif atau lebih menutup diri daripada pihak lain.
- Perbedaan nilai atau tujuan. Mungkin salah satu pihak memiliki nilai atau tujuan yang berbeda atau bertentangan dengan pihak lain. Mungkin salah satu pihak lebih idealis atau lebih ambisius daripada pihak lain.
- Masalah pribadi atau situasional. Mungkin salah satu pihak sedang mengalami masalah pribadi atau situasional yang memengaruhi kemampuan atau kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam hubungan. Misalnya, depresi, stres, trauma, atau kesulitan finansial.
Apa Dampak One Sided Relationship?
One sided relationship bisa berdampak negatif bagi kesehatan dan kesejahteraan Anda, baik secara fisik, mental, emosional, maupun sosial. Beberapa dampak yang mungkin Anda alami adalah:
- Rasa tidak aman, tidak percaya diri, atau tidak berharga. Anda mungkin merasa bahwa Anda tidak pantas atau tidak layak mendapatkan cinta atau kebahagiaan. Anda mungkin merasa bahwa Anda tidak bisa menarik atau mempertahankan pasangan yang baik.
- Rasa lelah, stres, atau depresi. Anda mungkin merasa bahwa hubungan Anda menguras tenaga atau semangat Anda. Anda mungkin merasa bahwa hubungan Anda menambah beban atau tekanan Anda. Anda mungkin merasa bahwa hubungan Anda membuat Anda sedih atau putus asa.
- Rasa kesepian, terisolasi, atau terjebak. Anda mungkin merasa bahwa Anda tidak memiliki orang yang benar-benar mengerti atau mendukung Anda. Anda bahkan mungkin merasa bahwa Anda tidak bisa keluar atau mengakhiri hubungan Anda.
Bagaimana Cara Mengatasi One Sided Relationship?
One sided relationship bisa berubah menjadi hubungan yang sehat dan seimbang, asalkan kedua pihak mau berusaha dan berkomunikasi.
Namun, jika salah satu pihak tidak mau atau tidak bisa berubah, maka Anda harus mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan tersebut.
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi one sided Relationship:
- Bicarakan masalah Anda dengan pasangan Anda. Jelaskan pada pasangan Anda, bagaimana Anda merasa dan apa yang Anda butuhkan dalam hubungan ini. Dengarkan juga, bagaimana pasangan Anda merasa dan apa yang mereka butuhkan dalam hubungan ini.
- Cari tahu, apa yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam hubungan ini, dan apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaikinya.
- Buat perubahan yang diperlukan dalam hubungan Anda Setelah Anda dan pasangan Anda sepakat untuk memperbaiki hubungan Anda, buatlah perubahan yang diperlukan untuk menciptakan keseimbangan.
Misalnya, Anda bisa membuat jadwal komunikasi yang lebih rutin, merencanakan kegiatan bersama yang lebih bervariasi, atau membagi tugas rumah tangga yang lebih adil.
One sided relationship adalah hubungan yang tidak sehat dan tidak seimbang, yang bisa merugikan Anda secara fisik, mental, emosional, dan sosial.
Anda berhak mendapatkan hubungan yang sehat dan seimbang, di mana Anda dan pasangan Anda saling mendukung, menghargai, dan berkomitmen.
Jika Anda merasa bahwa Anda berada dalam one sided Relationship, Anda harus berani menghadapi masalah tersebut dan mencari solusinya.
Yang terpenting, Anda harus menjaga kesehatan dan kesejahteraan Anda sendiri, dan mencari bantuan profesional jika diperlukan.(jpg)
Editor : Tina Mamangkey