Legenda Tablet Zamrud
Tablet Zamrud dikatakan sebagai tablet dari batu zamrud atau batu hijau yang diukir dengan rahasia alam semesta. Asal mula Tablet Zamrud yang asli tidak jelas dan dikelilingi oleh legenda. Kisah paling umum menyebutkan bahwa tablet ini ditemukan di dalam makam gua di bawah patung Hermes di Tyana, digenggam oleh mayat Hermes Trismegistus.
Menurut mitos, Tablet Zamrud diciptakan oleh dewa Mesir, Thoth, yang membagi pengetahuannya ke dalam 42 tablet zamrud, mengkodekan prinsip-prinsip ilmiah besar yang mengatur alam semesta. Setelah para dewa jatuh, tablet Hermetik disembunyikan dengan cerdik agar tidak ditemukan manusia. Hanya Thoth yang bisa menemukannya kembali.
Legenda lain menyatakan bahwa tablet ini ditulis oleh anak ketiga Adam dan Hawa, Seth. Ada juga yang percaya bahwa tablet ini pernah disimpan di dalam Tabut Perjanjian. Beberapa bahkan mengklaim bahwa sumber asli Tablet Zamrud adalah kota Atlantis yang legendaris.
Penyebaran Kisah Tablet Zamrud
Walaupun banyak klaim dibuat mengenai asal-usul Tablet Zamrud, belum ada bukti yang bisa diverifikasi. Sumber tertua dari teks Tablet Zamrud adalah Kitab sirr al-haliqi (Buku Rahasia Penciptaan dan Seni Alam) yang ditulis pada abad ke-8 M dan dikaitkan dengan ‘Balinas’ atau Pseudo-Apollonius dari Tyana. Balinas yang memberikan cerita tentang bagaimana dia menemukan Tablet Zamrud di makam gua.
Berdasarkan karya Arab ini, beberapa percaya bahwa Tablet Zamrud adalah teks Arab yang ditulis antara abad ke-6 dan ke-8 M, bukan karya dari zaman kuno seperti yang banyak diklaim.
Teks Tablet Zamrud kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Hugo von Santalla pada abad ke-12 M. Tablet Zamrud menjadi salah satu pilar alkimia Barat dan sangat berpengaruh di masa alkimia abad pertengahan dan Renaisans, serta mungkin masih berpengaruh hingga hari ini.
Misalnya, terjemahan oleh Isaac Newton ditemukan di antara dokumen alkimianya dan saat ini disimpan di Perpustakaan King’s College di Universitas Cambridge. Peneliti terkenal lainnya termasuk Roger Bacon, Albertus Magnus, John Dee, dan Aleister Crowley.
Hari ini, pengetahuan tentang Tablet Zamrud legendaris mencapai audiens baru melalui kehadirannya dalam serial berbahasa Jerman "Dark." (*)
Editor : Richard Lawongan