Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tablet Zamrud dan Thoth: Bagaimana Mitologi Ini Masih Berpengaruh Hari Ini

Richard Lawongan • Selasa, 9 Juli 2024 | 22:18 WIB
Rekonstruksi dari apa yang diyakini sebagai Tablet Zamrud.
Rekonstruksi dari apa yang diyakini sebagai Tablet Zamrud.

Legenda Tablet Zamrud

Tablet Zamrud dikatakan sebagai tablet dari batu zamrud atau batu hijau yang diukir dengan rahasia alam semesta. Asal mula Tablet Zamrud yang asli tidak jelas dan dikelilingi oleh legenda. Kisah paling umum menyebutkan bahwa tablet ini ditemukan di dalam makam gua di bawah patung Hermes di Tyana, digenggam oleh mayat Hermes Trismegistus.

Menurut mitos, Tablet Zamrud diciptakan oleh dewa Mesir, Thoth, yang membagi pengetahuannya ke dalam 42 tablet zamrud, mengkodekan prinsip-prinsip ilmiah besar yang mengatur alam semesta. Setelah para dewa jatuh, tablet Hermetik disembunyikan dengan cerdik agar tidak ditemukan manusia. Hanya Thoth yang bisa menemukannya kembali.

Legenda lain menyatakan bahwa tablet ini ditulis oleh anak ketiga Adam dan Hawa, Seth. Ada juga yang percaya bahwa tablet ini pernah disimpan di dalam Tabut Perjanjian. Beberapa bahkan mengklaim bahwa sumber asli Tablet Zamrud adalah kota Atlantis yang legendaris.

Hermes Trismegistus.
Hermes Trismegistus.

Penyebaran Kisah Tablet Zamrud

Walaupun banyak klaim dibuat mengenai asal-usul Tablet Zamrud, belum ada bukti yang bisa diverifikasi. Sumber tertua dari teks Tablet Zamrud adalah Kitab sirr al-haliqi (Buku Rahasia Penciptaan dan Seni Alam) yang ditulis pada abad ke-8 M dan dikaitkan dengan ‘Balinas’ atau Pseudo-Apollonius dari Tyana. Balinas yang memberikan cerita tentang bagaimana dia menemukan Tablet Zamrud di makam gua.

Berdasarkan karya Arab ini, beberapa percaya bahwa Tablet Zamrud adalah teks Arab yang ditulis antara abad ke-6 dan ke-8 M, bukan karya dari zaman kuno seperti yang banyak diklaim.

Penggambaran abad ke-17 yang imajinatif dari Tablet Zamrud dari karya Heinrich Khunrath, 1606.
Penggambaran abad ke-17 yang imajinatif dari Tablet Zamrud dari karya Heinrich Khunrath, 1606.

Teks Tablet Zamrud kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Hugo von Santalla pada abad ke-12 M. Tablet Zamrud menjadi salah satu pilar alkimia Barat dan sangat berpengaruh di masa alkimia abad pertengahan dan Renaisans, serta mungkin masih berpengaruh hingga hari ini.

Misalnya, terjemahan oleh Isaac Newton ditemukan di antara dokumen alkimianya dan saat ini disimpan di Perpustakaan King’s College di Universitas Cambridge. Peneliti terkenal lainnya termasuk Roger Bacon, Albertus Magnus, John Dee, dan Aleister Crowley.

Hari ini, pengetahuan tentang Tablet Zamrud legendaris mencapai audiens baru melalui kehadirannya dalam serial berbahasa Jerman "Dark." (*)

Editor : Richard Lawongan
#Mitologi Alkimia #Sejarah Alkimia #Tablet Zamrud #Alkimia Barat #atlantis #Alexandria #Thoth #Teori konspirasi #Hermes Trismegistus #Legenda Mesir Kuno