RADARPAPUA - Saat sedang melakukan penelitian di area High Creek, yang terletak di utara Utah dan selatan Idaho, Rhіannon LaVine, seorang peneliti dari KU Biodiversity Institute dan Natural History Museum, menemukan fosil.
Wilayah ini sudah terkenal sejak tahun 1900-an karena memiliki banyak fosil trilobita dan fosil tubuh lunak dari zaman Kambrium.
Setelah menemukan fosil yang aneh ini, LaVine membagikannya dengan rekan-rekannya, termasuk penulis utama Julian Kimmig.
Mereka semua terkejut dengan karakteristik unik fosil ini. Namun, mereka tidak bisa langsung mengetahui jenisnya karena fosil ini tidak cocok dengan spesies yang sudah dikenal.
Mereka melakukan analisis lebih lanjut menggunakan mikroskop elektron pemindai dan spektrometri sinar-X untuk memastikan asal usul biologisnya.
Akhirnya, fosil tersebut diidentifikasi sebagai spesies baru dari annelida, yaitu kelompok cacing bersegmen yang ditemukan di berbagai lingkungan di seluruh dunia.
LaVine, sebagai penemu, menamai spesies ini Shaihuludia shurikeni, terinspirasi dari novel "Dune" oleh Frank Herbert dan kata Jepang untuk bintang lempar, “shuriken,” karena cacing ini memiliki chaetae yang seperti pisau.
Penemuan cacing annelida Kambrium ini sangat istimewa karena annelida jarang ditemukan di endapan Kambrium di Amerika Utara.
Selain itu, tim juga mengklasifikasikan ulang fosil annelida lain yang sebelumnya ditemukan di Spence Shale sebagai Burgessochaeta, genus yang sebelumnya hanya dikenal dari Burgess Shale di Kanada.
Kedua spesies cacing ini hidup di ekosistem laut yang didominasi oleh invertebrata seperti trilobita, brakiopoda, moluska, dan bentuk awal arthropoda selama periode Kambrium tengah, yang dikenal dengan keanekaragaman hayati lautnya yang kaya.
Penemuan ini mengajak kita untuk merenung tentang waktu yang sangat lama dan evolusi kehidupan di Bumi, memberikan gambaran tentang lautan purba yang ada lebih dari 500 juta tahun yang lalu.
Temuan seperti ini mengingatkan kita bahwa sejarah planet kita tercatat di dalam tanah di bawah kaki kita dan mengungkap keberadaan dunia kuno dan "asing" yang telah membentuk kehidupan yang beragam yang kita kenal hari ini.(RP)
Editor : Via Ponamon