RADARPAPUA - Kuil Luxor dulu disebut "Apt Rest," yang artinya Tempat Suci Selatan, karena letaknya di tengah kota Luxor, yang dulu dikenal sebagai Thebes.
Kuil ini berada dekat dengan Kuil Karnak dan dihubungkan oleh jalan yang diapit oleh patung-patung mirip sphinx, yang mewakili Raja Nectanebo I dari Dinasti Ketiga Puluh, pada masa jalan ini dibangun.
Kuil Luxor merupakan tempat utama untuk mengadakan upacara keagamaan penting di Mesir Kuno.
Pada saat upacara, patung dewa Amun, istrinya Mut, dan anak mereka Khonsu dipindahkan dari Kuil Karnak ke Kuil Luxor dalam prosesi yang khidmat. Karena itulah, perayaan ini disebut Festival Opet.
Kuil ini dibangun oleh beberapa raja. Bagian kapel dibangun pada masa Ratu Hatshepsut, dan bagian tengah kuil dibangun pada masa Raja Amenhotep III.
Dia juga membangun koridor dengan dua baris tiang, yang setiap barisnya memiliki tujuh tiang. Koridor ini dihiasi dengan adegan dari Festival Opet.
Pembangunan ini diselesaikan pada masa Raja Tutankhamun dan Horemheb dari Dinasti Kedelapan Belas.
Pada masa Raja Ramses II dari Dinasti Kesembilan Belas, dia membangun serambi besar dengan tiang-tiang besar dan halaman luas di belakangnya.
Tiang-tiang ini dihiasi dengan motif bunga papirus. Ramses II juga membangun pintu masuk kuil dengan menara di sebelah utara dan kanan, di mana salah satunya diukir dengan catatan kemenangan militernya, terutama Pertempuran Kadesh.
Dia juga mendirikan dua obelisk di depan pintu masuk kuil, tapi sekarang hanya satu yang tersisa, sementara yang lain dipindahkan ke Paris di Place de la Concorde.
Pada era Yunani, ukiran di dinding kuil dihapus dan diganti dengan ukiran serta gambar yang mencerminkan gaya Yunani-Romawi dari masa Raja Diocletian dan tiga pangeran mahkota.
Inilah sekilas tentang salah satu kuil paling penting dari Mesir Kuno, yaitu Kuil Luxor.(RP)
Editor : Via Ponamon