RADARPAPUA - Pada musim panas tahun 1996, di desa Kaolinovy dekat kota Kyshtym di Rusia, seorang wanita tua bernama Tamara Prosvirina ditemukan membawa sesuatu yang dibungkus selimut.
Dia berkata bahwa itu adalah "bayinya" yang bernama Alyoshenka, tapi dia tidak memperbolehkan orang lain melihatnya.
Awalnya, orang-orang mengira Tamara hanya bermain dengan boneka, karena dia memang memiliki anak bernama Alexey, yang sudah dewasa.
Namun, ternyata yang ada di dalam selimut bukan boneka, melainkan makhluk hidup kecil yang mirip manusia.
Makhluk ini tingginya sekitar 20-25 cm, berkulit coklat, tanpa rambut, dan memiliki mata besar.
Tamara merawat makhluk ini seperti bayi, memberinya makan keju dan susu kental. Orang-orang di desa mulai menyebut Alyoshenka sebagai "peri dari Kyshtym" dan percaya bahwa dia mungkin adalah alien yang tersesat di bumi.
Ada juga yang berpikir bahwa Alyoshenka adalah hasil mutasi genetik akibat radiasi, karena daerah itu pernah mengalami kecelakaan nuklir besar pada tahun 1957.
Sayangnya, setelah beberapa bulan, Tamara dibawa ke rumah sakit karena sakit mental, dan tidak ada yang merawat Alyoshenka. Akhirnya, Alyoshenka meninggal karena kelaparan.
Tubuhnya kemudian diawetkan dan diserahkan kepada seorang polisi bernama Vladimir Bendlin, yang berusaha menyelidiki apakah Alyoshenka benar-benar alien. Namun, sampai sekarang, tidak ada yang tahu pasti apa sebenarnya makhluk ini.
Beberapa tahun kemudian, tubuh serupa ditemukan di Chili, dan para ilmuwan mengatakan bahwa kemungkinan besar makhluk-makhluk ini adalah manusia yang mengalami mutasi genetik.
Hingga kini, penduduk Kyshtym masih mengenang kisah Alyoshenka, tetapi tidak banyak yang menamai anak mereka Alexey, karena takut akan diolok-olok di sekolah.(RP)
Sumber : animalfor.com
Editor : Via Ponamon