Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

6 Kisah Cinta Paling Tragis dalam Sejarah

Via Ponamon • Kamis, 15 Agustus 2024 | 13:39 WIB

Foto ilustrasi (livescience.com)
Foto ilustrasi (livescience.com)
 

RADARPAPUA - Tidak ada yang bisa membuat hati berdebar seperti cerita cinta yang bagus. Tapi di sini, "bagus" berarti tragis.

Meskipun banyak drama Shakespeare penuh dengan kisah cinta yang berakhir buruk, ternyata pasangan yang nasib cintanya juga tragis bisa ditemukan di buku-buku sejarah dunia.

Enam kisah cinta sedih ini, mulai dari masa lalu yang kuno hingga yang lebih baru, sama menyedihkannya dengan cerita-cerita fiksi. Ayo kita lihat sejarah cinta yang berakhir tragis.

Cleopatra dan Mark Antony

Ini adalah kisah cinta yang begitu luar biasa sehingga Shakespeare menjadikannya sebagai salah satu tragedinya. Mereka bertemu pada tahun 41 SM di tengah-tengah kekacauan di Republik Romawi. Cleopatra, seorang ratu Mesir, jatuh cinta dengan Mark Antony, seorang jenderal Romawi yang sudah menikah. Hubungan mereka juga menjadi aliansi politik yang rapuh. Namun, aliansi ini berakhir buruk ketika calon kaisar, Octavian, membuat senat Romawi percaya bahwa Mark Antony haus kekuasaan dan terpengaruh oleh Cleopatra. Perang pun terjadi, dan akhirnya Antony dan Cleopatra memilih bunuh diri daripada ditangkap musuh.

 

Heloise dan Abelard Penyair Inggris Alexander Pope menjadikan kisah mereka karya sastra klasik, namun Heloise dan Abelard benar-benar nyata, sangat mencintai satu sama lain, dan berakhir tragis di Prancis abad ke-12. Abelard adalah guru pribadi Heloise yang tinggal di rumahnya dan 20 tahun lebih tua. Hubungan mereka membuat marah paman Heloise, hingga ia memerintahkan Abelard untuk dikebiri. Setelah itu, mereka masuk biara dan menulis surat-surat yang terkenal satu sama lain hingga akhir hayat, meskipun mereka tidak pernah bertemu lagi.

Shah Jahan dan Mumtaz Mahal Pernah dengar Taj Mahal? Istana terkenal di India ini sebenarnya adalah tanda cinta sejati. Taj Mahal dibangun pada abad ke-17 oleh Shah Jahan sebagai tempat peristirahatan terakhir untuk istri tercintanya, Mumtaz Mahal. Dia adalah istri ketiga Shah Jahan, tetapi dia sangat menyayanginya. Ketika Mumtaz meninggal saat melahirkan, Shah Jahan sangat sedih dan langsung mulai membangun Taj Mahal. Pembangunan ini memakan waktu 23 tahun, dan Shah Jahan dimakamkan di sana bersama istrinya setelah ia meninggal pada tahun 1666.

Ines de Castro dan Raja Pedro Ines de Castro menjadi pelayan putri Constance dari Portugal pada tahun 1340 dan dengan cepat menarik hati pangeran Pedro, pewaris takhta Portugal. Ketika Constance meninggal pada tahun 1349, Pedro ingin menjadikan Ines sebagai ratu yang sah. Mereka sudah punya tiga anak, tetapi ayah Pedro, sang raja, menolak dan akhirnya membunuh Ines. Ini memicu perang saudara antara ayah dan anak. Setelah menang, Pedro menggali kembali jenazah Ines, membangun makam kerajaan untuknya, dan memaksa seluruh Portugal mengakui Ines sebagai ratu mereka.

Ratu Victoria dan Pangeran Albert Kisah cinta tragis ini terjadi lebih dari seratus tahun yang lalu dari keluarga kerajaan Inggris. Cinta Ratu Victoria kepada suaminya, Pangeran Albert, sangat besar, seperti halnya masa pemerintahannya yang berlangsung selama 63 tahun. Ketika Pangeran Albert meninggal pada tahun 1861, Ratu Victoria sangat terpukul dan memilih memakai pakaian hitam sepanjang sisa hidupnya. Ia juga menghabiskan banyak waktu di pengasingan. Ketika Ratu Victoria meninggal pada tahun 1901, ia dimakamkan bersama Albert di sebuah makam yang mereka bagi, dengan kata-kata di pintu: "Selamat tinggal, kekasih terkasih, akhirnya aku beristirahat bersamamu, bersamamu dalam Kristus aku akan bangkit kembali."

Andrew Jackson dan Rachel Donelson Rachel Donelson adalah salah satu ibu negara yang paling kontroversial. Sebelum menikah dengan Andrew Jackson pada tahun 1791, Rachel sudah menikah dengan Lewis Robards dari Kentucky. Rachel mengira bahwa suaminya sudah menyelesaikan proses perceraian mereka, tetapi ternyata belum. Ketika Jackson mencalonkan diri sebagai presiden, lawan-lawannya menggunakan masa lalu Rachel untuk menyerangnya, menyebut Rachel sebagai wanita tidak bermoral.

Stres akibat serangan ini memperburuk kondisi jantung Rachel, dan dia meninggal karena serangan jantung dua bulan sebelum Jackson menjadi presiden. Jackson sangat sedih dan tidak bisa menerima kematian Rachel, hingga dikabarkan dia tetap memeluk Rachel yang sudah meninggal, berharap dia bisa hidup kembali.(RP)

 

Sumber : livescience.com

Editor : Via Ponamon
#kisah cinta #tragis #sejarah