RADARPAPUA - Cokelat dan vanila adalah dua rasa yang sangat disukai banyak orang, tetapi mereka juga sering dibandingkan.
Cokelat berasal dari biji kakao yang dipanggang dan digiling, sementara vanila berasal dari tanaman anggrek yang menghasilkan buah panjang seperti polong.
Penggemar cokelat sering menganggap vanila itu membosankan, tetapi pecinta vanila mengatakan vanila sebenarnya meningkatkan rasa cokelat.
Selama ini, orang berpikir cokelat dan vanila punya sejarah yang sudah dikenal. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa cokelat digunakan manusia 1.400 tahun lebih awal dari yang diperkirakan dan di tempat yang jauh lebih selatan dari yang diketahui.
Untuk vanila, ditemukan bahwa manusia sudah menggunakan vanila lebih dari 2.000 tahun lebih awal dari perkiraan, dan di tempat yang sangat jauh dari tempat asalnya yang diketahui sebelumnya.
Vanila awalnya digunakan oleh suku Totonac di Meksiko. Mereka mengumpulkan biji vanila dari hutan dan kemudian menanamnya.
Tanaman vanila membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk tumbuh, dan setiap bunga vanila hanya mekar satu hari, jadi harus segera dibuahi oleh lebah melipona yang hidup di sana.
Menurut legenda suku Totonac, industri vanila dimulai di kota Papantla pada abad ke-13, yang dikenal sebagai "kota yang memberi aroma pada dunia." Orang-orang asli ini juga tahu cara menggunakan vanila untuk obat, seperti mengobati gangguan paru-paru dan perut.
Ketika suku Aztec menguasai suku Totonac pada tahun 1480, mereka mulai menggunakan vanila dalam minuman cokelat khas mereka yang disebut cacahuatl, yang juga dicampur dengan cabai.
Minuman ini menjadi favorit bangsawan Aztec, dan pada tahun 1519, kaisar Montezuma II dan penjelajah Spanyol Hernán Cortés minum minuman ini bersama di Tenochtitlán (sekarang Mexico City).(RP)
Sumber : smithsonianmag.com
Editor : Via Ponamon