RADARPAPUA – Penemuan sisa tubuh seorang pria yang terpapar letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi mengungkapkan detil mengejutkan tentang kematian tragis akibat bencana alam tersebut. Penelitian terbaru mengungkap bahwa pria tersebut tewas dalam sekejap akibat suhu ekstrem dan awan gas panas yang menyelimuti Pompeii.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim arkeolog internasional, tubuh pria tersebut ditemukan dalam keadaan yang sangat terawetkan di situs Pompeii, yang merupakan kota Romawi kuno yang terkubur oleh letusan Vesuvius. Sisa-sisa tubuh ini memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana bencana tersebut terjadi dan dampaknya terhadap penduduk kota.
Tim peneliti, yang dipimpin oleh Dr. Maria Antonella di Universitas Napoli, mengungkapkan bahwa pria ini tampaknya berada di luar ruangan saat letusan terjadi, kemungkinan sedang mencoba melarikan diri dari awan gas panas dan batu vulkanik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tubuhnya terkena suhu lebih dari 500 derajat Celsius, yang menyebabkan tubuhnya "menghilang" dalam hitungan detik.
Penemuan ini merupakan bagian dari proyek penelitian berkelanjutan untuk memahami lebih lanjut tentang kejadian bencana Vesuvius. Para ilmuwan berharap dapat memanfaatkan data ini untuk meningkatkan pemahaman kita tentang efek letusan vulkanik terhadap manusia, serta untuk mengembangkan strategi mitigasi risiko bagi daerah yang berpotensi terkena bencana serupa di masa depan.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan