RADARPAPUA - Para peneliti dari University of Kansas baru-baru ini membuat penemuan yang mengejutkan di Pulau Luzon, Filipina. Dalam jurnal Ichthyology & Herpetology, mereka mengungkapkan penemuan spesies baru katak bertaring, yang diberi nama Limnonectes cassiopeia. Penemuan ini begitu unik karena spesimen dari spesies ini telah dikumpulkan lebih dari selusin kali selama 20 tahun terakhir, tetapi semuanya disalahartikan sebagai versi remaja dari spesies lain yang lebih dikenal, yaitu Katak Bertaring Raksasa Luzon.
Misteri Katak Bertaring
Katak bertaring dikenal dengan ciri khasnya, yaitu taring besar yang dimiliki oleh jantan beberapa spesies, yang terbentuk dari tonjolan tulang di rahang bawah. "Taring ini diperkirakan digunakan untuk pertarungan antar jantan," kata Mark Herr, penulis utama penelitian ini yang juga merupakan mahasiswa doktoral di Biodiversity Institute and Natural History Museum, University of Kansas. Katak-katak ini sering kali memiliki ukuran yang besar, dengan beberapa spesies di Asia Tenggara bisa tumbuh sebesar ayam.
Herr pertama kali mengidentifikasi Limnonectes cassiopeia saat melakukan survei genetik besar-besaran terhadap semua spesies katak bertaring di Filipina, yang mencakup lebih dari selusin spesies yang sudah dikenal. Penelitian genetik ini menunjukkan bahwa ada spesies lain di samping Limnonectes macrocephalus yang sebelumnya tidak diketahui.
Menguak Identitas Spesies Baru
Penyelidikan lebih lanjut ke dalam data genetik ini memotivasi Herr untuk meneliti spesimen di museum, dengan harapan menemukan perbedaan morfologi antara spesies baru ini dan Katak Bertaring Raksasa Luzon. Namun, tantangan muncul karena secara fisik kedua spesies ini hampir identik. "Saya melihat katak ini selama beberapa minggu, mencoba melihat apakah ada perbedaan, dan saya tidak bisa menemukannya," kata Herr. Hal ini menunjukkan betapa mudahnya kedua spesies ini disalahpahami sebagai spesies yang sama.
Kunci dari penemuan ini terletak pada pengukuran detail dari spesimen katak bertaring. Herr menemukan bahwa spesies baru ini memiliki disc jari kaki yang lebih kecil dan berwarna putih, berbeda dengan Limnonectes macrocephalus yang memiliki disc jari kaki berwarna abu-abu gelap.
Penemuan ini semakin menarik karena spesies ini ditemukan di pulau Luzon, yang lebih padat penduduknya dibandingkan Inggris Raya. Meskipun masyarakat lokal telah menangkap katak-katak ini selama lebih dari 100 tahun, perbedaan kecil pada disc jari kaki ini sebelumnya tidak pernah diperhatikan.
Dinamakan Sesuai Konstelasi Bintang
Nama Limnonectes cassiopeia diberikan karena lima disc putih pada jari kaki spesies ini mengingatkan Herr pada konstelasi bintang Cassiopeia. Selain itu, spesies baru ini juga menunjukkan ciri khas kepala besar yang muncul lebih awal dalam perkembangannya dibandingkan dengan Limnonectes macrocephalus. Perbedaan ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa spesies ini sebelumnya sering disalahartikan sebagai versi remaja dari Katak Bertaring Raksasa Luzon.
Dengan pengakuan terhadap spesies baru ini, Herr berharap untuk mempelajari lebih lanjut tentang perilaku dan sejarah alamnya di alam liar. "Sekarang kita tahu mereka berbeda, kita bisa mengamati mereka dan mempelajari lebih lanjut tentang sejarah alami mereka. Mungkin mereka melakukan sesuatu yang benar-benar berbeda di alam liar," ujarnya dengan antusias.
Penemuan Limnonectes cassiopeia ini tidak hanya menambah keragaman spesies yang diketahui di Filipina, tetapi juga membuka peluang baru untuk memahami lebih dalam tentang evolusi dan adaptasi katak bertaring di wilayah ini. (aj)