RADARPAPUA- Penemuan Telur Dinosaurus Terkecil yang Ditemukan di Cina Mengungkap Spesies Baru yang Belum Dikenal.
Penemuan mengejutkan terjadi di situs konstruksi dekat Ganzhou, provinsi selatan Cina, saat enam telur dinosaurus mini ditemukan hampir terhancur oleh pembangunan yang tengah berlangsung.
Telur-telur kecil ini, yang masing-masing berukuran sekitar sebesar anggur, diperkirakan berasal dari spesies dinosaurus non-Avian yang belum pernah tercatat sebelumnya.
Telur-telur yang dikenal sebagai "Ganzhou mini eggs" ini ditemukan pada tahun 2021, dan para peneliti segera mengamankan temuan tersebut. Berdasarkan usia fosil yang diperkirakan sekitar 80 juta tahun, yaitu dari periode Kapur Akhir (Cretaceous), telurnya ditemukan terjebak dalam batuan yang tersusun secara acak, sehingga sulit untuk mengetahui apakah mereka berasal dari satu sarang yang sama.
Ukuran telur terkecil mencapai 1,1 inci (2,9 cm), yang memecahkan rekor sebelumnya untuk telur dinosaurus non-Avian terkecil yang pernah ditemukan, yaitu 1,8 inci (4,5 cm) yang ditemukan di Jepang.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Historical Biology pada 14 Oktober 2023 mengungkapkan bahwa telur-telur tersebut kemungkinan besar berasal dari spesies dinosaurus theropoda non-Avian yang belum pernah tercatat sebelumnya, yang diberi nama Minioolithus ganzhouensis.
Meskipun spesies ini belum diketahui sepenuhnya, para peneliti memperkirakan bahwa ukuran spesies ini setelah menetas masih belum dapat dipastikan. Namun, temuan ini memberikan petunjuk baru tentang biologi reproduksi dinosaurus theropoda di akhir periode Kapur.
Fosil telur ini sangat terawat dengan baik. Analisis menggunakan mikroskop pemindaian elektron mengungkapkan bahwa struktur internal telur hampir sepenuhnya terpelihara, memberikan wawasan lebih dalam mengenai bagaimana dinosaurus berkembang biak sekitar 80 juta tahun lalu.
Menurut Fenglu Han, salah satu penulis studi dan paleontolog dari Universitas Geosains China di Wuhan, temuan ini bisa mengubah cara kita memahami proses reproduksi pada dinosaurus theropoda di Kapur Akhir.
Walaupun telur yang ditemukan ini sangat kecil, mereka tidak sebanding dengan telur burung modern yang lebih mini. Misalnya, telur terkecil dari spesies burung vervain hummingbird (Mellisuga minima) hanya berukuran 0,4 inci (0,1 cm), yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan telur dinosaurus mini yang ditemukan di Cina.
Penemuan ini tidak hanya menambah wawasan kita tentang dinosaurus, tetapi juga membuka kemungkinan untuk penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara dinosaurus dan burung, yang merupakan keturunan langsung dari kelompok theropoda.
Dengan semakin banyaknya penemuan fosil seperti ini, dunia paleontologi semakin dekat untuk memahami lebih dalam mengenai kehidupan dinosaurus, reproduksi mereka, serta perubahan-perubahan yang terjadi sepanjang sejarah evolusi bumi.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan