Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Mengungkap Kehidupan Manusia Pertama di Amazon: Bukti Seni, Perburuan, dan Pertanian Kuno

Prisilia Rumengan • Rabu, 5 Februari 2025 | 08:00 WIB
Seni cadas ditemukan di Serranía de la Lindosa, sebuah situs arkeologi di tepi utara Amazon Kolombia
Seni cadas ditemukan di Serranía de la Lindosa, sebuah situs arkeologi di tepi utara Amazon Kolombia

RADARPAPUA - Penelitian terbaru mengungkap bahwa manusia pertama yang mendiami Lembah Amazon tiba sekitar 13.000 tahun lalu, lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Mereka menetap di Serranía de la Lindosa, sebuah situs arkeologi di bagian utara Amazon Kolombia, dan meninggalkan jejak berupa seni cadas, perkakas batu, serta bukti aktivitas berburu dan mengumpulkan makanan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Quaternary Science Reviews edisi Maret ini menyoroti bagaimana kelompok pertama ini beradaptasi dengan lingkungan hutan hujan yang lebat.

Mereka tinggal di tempat perlindungan batu yang menyediakan akses ke berbagai sumber daya alam, seperti sungai dan sabana untuk berburu serta mencari bahan makanan.

Menurut Profesor Mark Robinson dari University of Exeter, kedatangan manusia di Amazon masih menjadi misteri besar karena tantangan dalam penelitian arkeologi di wilayah ini.

"Hutan hujan yang lebat menyulitkan pencarian situs, dan tanah yang asam seringkali merusak sisa-sisa organik. Namun, penelitian kami berhasil mengisi kesenjangan ini dan memberikan wawasan baru tentang kehidupan mereka selama Holosen," ujarnya.

Para arkeolog menganalisis lapisan tanah dari dua tempat perlindungan batu di Serranía de la Lindosa.

Mereka menemukan bukti aktivitas manusia yang berlangsung dalam beberapa periode, diselingi masa ketika situs ini ditinggalkan selama lebih dari seribu tahun.

Temuan tersebut mencakup keramik berusia 3.000 tahun, jejak pengolahan tanah berusia 2.500 tahun, serta residu jagung yang diperkirakan berusia 500 tahun.

Profesor José Iriarte dari University of Exeter menjelaskan bahwa hasil penelitian ini menegaskan keberadaan manusia di Serranía de la Lindosa sejak akhir Pleistosen, sekitar 12.600 tahun lalu.

Ia menambahkan bahwa banyaknya tempat perlindungan batu di wilayah ini menunjukkan betapa pentingnya daerah ini bagi komunitas awal.

Selain artefak dan sisa makanan, para arkeolog juga menemukan oker yang digunakan untuk melukis di dinding batu.

Seni cadas ini menjadi bukti bahwa manusia pertama di Amazon tidak hanya berburu dan bertani, tetapi juga memiliki ekspresi budaya yang kaya.

Jo Osborn, peneliti pascadoktoral dari University of Exeter, mengatakan bahwa pola aktivitas dan artefak yang ditemukan menunjukkan tempat ini berfungsi sebagai ruang domestik sekaligus situs sakral.

"Lukisan-lukisan ini membuktikan bahwa para perintis ini tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga merekam dunia baru yang mereka jelajahi," ungkapnya.

Penemuan ini memberikan gambaran yang lebih dalam tentang sejarah awal Amazon dan bagaimana manusia pertama di sana tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga membangun hubungan dengan lingkungan mereka melalui seni dan budaya.

Para peneliti berharap penelitian lebih lanjut akan mengungkap lebih banyak detail tentang kehidupan masyarakat pertama yang menetap di hutan hujan terbesar di dunia ini.(*)

Editor : Prisilia Rumengan
#lukisan #gambar #arkeolog #Cadas #penemuan #Pertama #manusia