Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Rahasia Kulit Plesiosaurus Terungkap Setelah 183 Juta Tahun

Prisilia Rumengan • Kamis, 13 Februari 2025 | 11:56 WIB

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

 

RADARPAPUA - Ilmuwan dari Lund University, Swedia, berhasil menganalisis jaringan lunak dari fosil plesiosaurus untuk pertama kalinya. Studi ini menunjukkan bahwa reptil laut berleher panjang ini memiliki kombinasi kulit halus dan bersisik, yang berperan dalam kemampuannya berenang cepat dan bergerak di dasar laut yang kasar.

Plesiosaurus hidup selama Era Mesozoikum dan dapat tumbuh hingga 12 meter. Dengan empat sirip mirip dayung, mereka berenang seperti penyu laut. Namun, anatomi luarnya selama ini masih menjadi misteri. Temuan baru dari fosil berusia 183 juta tahun di Jerman kini memberikan gambaran lebih jelas.

Peneliti menemukan kulit halus di bagian ekor yang meningkatkan aerodinamika tubuh, mempermudah plesiosaurus menangkap ikan dan mangsa lainnya. Sementara itu, sisik di bagian sirip belakang diduga membantu reptil ini bergerak di permukaan laut yang kasar.

Menurut Miguel Marx, penulis utama studi ini, temuan ini memberikan wawasan baru tentang bentuk tubuh plesiosaurus dan evolusinya. Dengan merekonstruksi penampilan hewan purba, ilmuwan dapat memahami bagaimana makhluk ini beradaptasi dengan lingkungannya.

Lebih mengejutkan lagi, penelitian ini berhasil mengidentifikasi sel kulit yang telah bertahan selama 183 juta tahun. Ini menjadi bukti luar biasa tentang bagaimana jaringan lunak dapat terawetkan dalam kondisi fosil, membuka peluang baru dalam studi evolusi makhluk purba.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#fosil #Swedia #Makhluk purba #Plesiosaurus #Evolusi