RADARPAPUA - Penemuan bangkai kapal Titanic ternyata menyimpan kisah yang jauh lebih rumit dan rahasia daripada yang selama ini diketahui publik.
Robert Ballard, oceanografer yang terkenal sebagai penemu Titanic, mengungkapkan bahwa misi pencarian Titanic sebenarnya adalah kedok untuk operasi militer rahasia Angkatan Laut Amerika Serikat.
Operasi ini bertujuan menyelidiki dua kapal selam nuklir yang hilang selama Perang Dingin, yaitu USS Thresher dan USS Scorpion.
Ironisnya, lokasi bangkai kedua kapal selam tersebut berada di kedua sisi lokasi hilangnya Titanic.
Ballard menjelaskan bahwa tanpa adanya misi militer ini, pencarian Titanic mungkin tidak akan pernah terjadi.
Angkatan Laut menginginkan dokumentasi foto yang lengkap dari lokasi bangkai kedua kapal selam tersebut untuk menjawab beberapa pertanyaan penting, apa yang terjadi pada reaktor nuklir mereka, bagaimana kondisi senjata nuklirnya, dan apakah ada jejak keberadaan Soviet di lokasi tersebut.
Awalnya, N. Ronald Thunman, atasan Ballard di Angkatan Laut, meragukan ide menggunakan Titanic sebagai penyamaran.
Namun akhirnya, ide tersebut mendapat persetujuan dengan syarat tidak ada anggaran tambahan yang dikeluarkan.
Ballard pun bergerak cepat. Dalam waktu singkat, mereka berhasil memetakan lokasi USS Thresher dan USS Scorpion secara mendetail.
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa reaktor kedua kapal selam tersebut masih utuh dan tidak ada bukti sisa-sisa manusia.
Setelah misi utama Angkatan Laut selesai, Ballard hanya memiliki waktu 12 hari untuk mencari Titanic.
Berbekal pengalaman dari pemetaan kedua kapal selam sebelumnya, Ballard menyadari bahwa benda-benda berat seperti reaktor jatuh secara vertikal, sementara benda yang lebih ringan menyebar dalam garis panjang.
Dengan strategi ini, ia memperluas area pencarian dan akhirnya menemukan puing-puing Titanic.
Momen penemuan Titanic terjadi pada tengah malam, waktu yang sering menjadi saksi kejadian penting dalam ekspedisi tersebut. Saat ketel uap Titanic muncul di layar sonar, kegembiraan meledak di antara tim.
Namun suasana berubah hening ketika seseorang mengingatkan bahwa Titanic tenggelam pada pukul 2:20 pagi — hanya 20 menit dari waktu penemuan mereka.
Kesadaran bahwa mereka berada tepat di lokasi di mana ribuan nyawa hilang membawa suasana haru dan kekhidmatan.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan